Diduga Motif Asmara, Pelaku Pembunuhan Selebgram Rusia Ditangkap
Pembunuh selebgram asal Rusia, Ekaterina Karaglanova, resmi ditangkap pihak kepolisian Rusia, Rabu (31/7). Selebgram dengan 91.000 pengikut ini diduga dibunuh mantan pacarnya akibat masalah percintaan.
Pembunuh selebgram asal Rusia, Ekaterina Karaglanova, resmi ditangkap pihak kepolisian Rusia, Rabu (31/7). Selebgram dengan 91.000 pengikut ini diduga dibunuh mantan pacarnya akibat masalah percintaan.
Sebelum ditemukan tewas di apartemen sewaannya, Karaglanova diketahui baru saja memiliki hubungan dengan seseorang. Keduanya bahkan berencana untuk liburan bersama ke Belanda untuk merayakan ulang tahun Karaglanova pada 30 Juli lalu.
Jelang keberangkatan ke Belanda, Karaglanova tidak dapat dihubungi pihak keluarga. Orangtua Karaglanova pun menghubungi pemilik apartemen yang ditinggali putrinya untuk meminta akses masuk. Setibanya di apartemen, mereka menemukan jasad putrinya dalam sebuah koper. Influencer sekaligus model yang baru lulus sebagai dokter itu diketahui tewas akibat luka tusukan di tenggorokan.
Kendati telah mengumumkan perihal penangkapan pelaku pembunuhan, pihak kepolisian Rusia masih enggan menyebut identitas pelaku. Menurut polisi, mantan pacar Karaglanova sempat tertangkap rekaman CCTV ketika mengunjungi Karaglanova di hari ia tidak dapat dihubungi keluarganya. Namun, polisi tidak mengatakan apakah temuan tersebut telah ditindaklanjuti.
Semasa hidupnya, Karaglanova dikenal sebagai model dan selebgram. Para pengikutnya kerap menyamakan dirinya dengan bintang film, Audrey Hepburn. Selain mengunggah foto di Instagram, pemilik akun instagram @katti_lovers_life itu juga gemar menulis tentang perjalanan dalam blog pribadinya.
Reporter: Raden Trimutia Hatta
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Selebgram Rusia Ditemukan Tewas dalam Sebuah Koper
Donald Trump Tawarkan Bantuan ke Vladimir Putin Atasi Kebakaran Hutan Siberia
Rusia Kerahkan Militer Tangani Kebakaran Hutan di Siberia
Kobaran Api Lahap Hutan Rusia
Misteri Kasus-kasus Peracunan yang Diduga Melibatkan Rusia
Dokter Sebut Tokoh Oposisi Rusia Kemungkinan Diracun