LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Di tangan Trump, AS akan tetap jaga stabilitas Laut China Selatan

Kemlu menyebutkan, Donald Trump mungkin akan menjaga stabilitas di Laut China Selatan. Jubir Kemlu mengatakan, tidak bisa menilai kepemimpinan Trump saat ini karena terlalu dini.

2016-11-10 15:50:03
Konflik Laut China Selatan
Advertisement

Terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat, menimbulkan banyak kekhawatiran, termasuk pada negara-negara yang memiliki bilateral dengan Negeri Adi Daya tersebut. Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir menyebutkan, kepemimpinan Trump tidak bisa dinilai saat ini.

Menurut pria akrab disapa Tata itu, terlalu dini untuk menilai kepemimpinan Trump, di saat dia belum menjalankan pemerintahan di AS.

"Rakyat Amerika telah memilih seorang pemimpin yang tidak bisa dibayangkan sebelumnya. Mereka telah berhasil merayakan pesta demokrasi. Kita lihat saja nanti bagaimana AS di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump," kata pria yang akrab disapa Tata tersebut di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).

Advertisement

Saat disinggung soal kelanjutan peran AS di Laut China Selatan, yang diketahui diklaim beberapa negara ASEAN dan China, Tata menilai Negeri Paman Sam akan ikut membantu menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut. Pasalnya, menurut dia, Laut China Selatan tidak hanya penting bagi Asia Tenggara, tapi juga bagi dunia.

"Kita bisa lihat sumber trade yang lewat di kawasan itu bisa mencapai sekitar USD 5 triliun. Saya rasa jika kedamaian dan stabilitas di kawasan ini tidak terjaga, maka tidak hanya perekonomian di kawasan itu yang akan terkena dampaknya, namun juga seluruh dunia," imbuh Tata.

Karena itu, menurut Tata, seluruh negara di dunia sadar akan pentingnya menjaga kedamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Advertisement

Laut China Selatan disebut 'jalur sutra' oleh negara-negara di sekitarnya, pertumbuhan perdagangan setiap hari semakin bertambah di sana. Salah satu negara yang mengklaim wilayah ini adalah China.

(mdk/che)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.