Di China berdiri perusahaan kloning hewan terbesar sedunia
Sasaran kloning pabrik di Tianjin itu adalah anjing, hewan nonprimata, serta kuda pacuan
Permerintah Provinsi Tianjin, Republik Rakyat China, sepakat menandatangani kerjasama dengan perusahaan teknologi lokal dalam rencana mendirikan pabrik kloning terbesar sedunia. Kabar ini disampaikan Pemerintah Pusat China melaporkan di situs resminya, Sabtu (21/11).
Proyek ini nantinya akan diketuai oleh Yingke Boya Genetik Technologies Ltd, yang akan menerima nilai investasi pemerintah hingga mencapai 200 juta yuan (setara Rp 428,8 miliar).
Disebutkan, perusahaan ini akan berfokus pada kloning hewan seperti anjing pekerja, anjing peliharaan, kuda pacuan, dan binatang nonprimata. Binatang-binatang tersebut akan digunakan untuk bidang pelayanan komersil dan juga perbaikan pengembangbiakan, lapor Kantor Berita Xinhua, dikutp CCTV News, Senin (23/11).
Salah satu pabrik dari proyek klonning ini sendiri akan didirikan di utara kota China, seperti laboraturium, stok gen dari bermacam varasi spesiesm dan pusat studi sains.
Diketahui, Yingke Boya Genetik Technologies Ltd., adalah anak perusahaan dari Perusahan China Boyalife Grup. Boyalife adalah perusahaan pertama produsen kloning pelayanan komersil bersama Biotech Researcher Foundation dari Korea Selatan. Lebih jauh, perusahaan ini tercatat telah mengkloning 500 anjing pekerja untuk berbagai negara di dunia.
Baca juga:
Gandeng Microsoft, Volvo kembangkan teknologi mobil hologram
Aksi Conrad Keuck, manusia anti-petir asal Jerman
Kecil tapi canggih, alat ini bisa minimalisir suara mendengkur
Keren, isi baterai smartphone kini bisa pakai sol sepatu
Pria China ciptakan alat untuk kemudikan mobil pakai otak