Dewan Militer Mesir peringatkan Mursi
Dewan militer menolak dekrit Presiden Mursi yang membatalkan pembubaran parlemen.
Dewan Militer Mesir (SCAF) memperingatkan Presiden Muhammad Mursi jika tetap keras kepala membatalkan keputusan pengadilan tentang pembubaran parlemen Juni lalu. Mereka meminta seluruh lembaga negara menghormati hukum dan konstitusi.
BBC melaporkan, Selasa (10/7), ketegangan antara Dewan militer dan Mursi terjadi kemarin lantaran presiden Mesir itu tiba-tiba mengeluarkan dekrit menyatakan bakal menyatukan kembali majelis rendah mayoritas diisi politisi Ikhwanul Muslimin dan Salafi.
Dewan militer langsung menggelar rapat darurat membahas dekrit Mursi. Hasilnya mereka menolak hal itu dan tetap berkukuh membubarkan parlemen. Selain itu mereka memberi peringatan kepada presiden Mesir baru dilantik dua pekan lalu itu agar kebijakannya tidak bertentangan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi dan SCAF.
Pernyataan dewan militer Mesir dianggap bakal membangkitkan kemarahan Ikhwanul Muslimin. Mereka balik menuding militer gagal menghormati hukum setelah membubarkan parlemen Juni lalu.
Senin lalu, Mahkamah Konstitusi menolak dekrit Mursi. Lembaga negara itu dalam pernyataan persnya menyebutkan keputusan hukum pembubaran parlemen sudah tetap dan tidak bisa diganggu gugat. Selain itu mereka menyatakan para anggota majelis rendah hasil pemilihan tahun lalu inkonstitusional.
Namun, juru bicara presiden Mesir, Yasir Ali, mengatakan tindakan Mursi membatalkan pembubaran parlemen tidak bertentangan dengan konstitusi. Hal itu dia lakukan sembari menunggu pelaksanaan pemilihan anggota dewan rakyat 60 hari setelah undang-undang dasar baru disahkan.
Meski berkonflik, Mursi dan pimpinan SCAF, Marsekal Hussein Tantawi, Senin lalu terlihat duduk berdampingan dalam upacara kelulusan kadet Angkatan Udara Mesir di kota Aleksandria.
(mdk/fas)