Dewan Keamanan PBB Minta Taliban Izinkan Perempuan Afghan Bersekolah
Pekan lalu Taliban mengurungkan pengumuman bahwa sekolah menengah atas (SMA) akan dibuka bagi para siswi. Menurutnya, sekolah hanya akan dibuka setelah ada hukum Islam yang sesuai dengan kondisi tersebut.
Dewan Keamanan PBB mengaku sangat prihatin dengan keputusan penguasa Taliban Afghanistan yang tidak mengizinkan siswi sekolah menengah bersekolah.
Dewan meminta kelompok tersebut agar segera membuka kembali sekolah bagi kaum perempuan.
"Anggota Dewan Keamanan ... kembali menegaskan hak atas pendidikan bagi seluruh warga Afghanistan, termasuk anak-anak perempuan," tulis pernyataan PBB kemarin, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Senin (28/3).
Pekan lalu Taliban mengurungkan pengumuman bahwa sekolah menengah atas (SMA) akan dibuka bagi para siswi. Menurutnya, sekolah hanya akan dibuka setelah ada hukum Islam yang sesuai dengan kondisi tersebut.
Secara tiba-tiba Amerika Serikat membatalkan pertemuan dengan Taliban di Doha, yang akan membahas isu ekonomi utama lantaran keputusan tersebut, kata pejabat AS pada Jumat.
DK PBB meminta Perwakilan Khusus PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons agar terlibat dengan pemangku kepentingan dan otoritas Afghanistan terkait mengenai isu tersebut dan kembali melaporkan perkembangannya.
Baca juga:
Taliban Larang Perempuan Naik Pesawat Tanpa Mahram
Taliban Larang Anak Perempuan di Atas Kelas Enam Kembali ke Sekolah
Orang Tua Jurnalis India yang Tewas di Afghanistan Gugat Taliban
Taliban Kembali Tutup Pintu Sekolah untuk Anak Perempuan
Afghanistan Negara Paling Tidak Bahagia di Dunia
Ini Sosok Penembak Jitu Andalan Taliban yang Jadi Wali Kota
Pejabat Bungkam dan Tutup Mata Saat Ujaran Kebencian Kian Mencengkeram India