Desak Trump soal aturan senjata, pelajar AS protes berbaring di depan Gedung Putih
Desak Trump soal aturan senjata, pelajar AS protes berbaring di depan Gedung Putih. Sebanyak 17 orang berbaring di tanah yang basah tanpa mempedulikan udara dingin sebagai simbol dari para siswa yang tewas dalam insiden penembakan di SMA Florida pekan lalu. Aksi itu diorganisir oleh remaja bernama Whitney Bowen.
Sekelompok remaja Amerika Serikat berunjuk rasa dengan cara berbaring di tanah di depan Gedung Putih. Mereka menggelar aksi tersebut untuk mendesak Presiden Donald Trump memberlakukan pembatasan penggunaan senjata.
Sebanyak 17 orang berbaring di tanah yang basah tanpa mempedulikan udara dingin sebagai simbol dari para siswa yang tewas dalam insiden penembakan di SMA Florida pekan lalu. Aksi itu diorganisir oleh remaja bernama Whitney Bowen.
Bowen merupakan remaja 16 tahun yang membentuk kelompok 'Teens for Guns Reform' atau remaja yang mereformasi senjata. Bowen dan teman-temannya membentuk kelompok itu karena merasa pada generasinya saat ini sedikit suara teriakan di sekolah saja, pasti menyimpan sesuatu yang menyeramkan.
"Saat mendengar seseorang menjatuhkan buku, atau saat ada suara keras terdengar, yang kami pikirkan pertama kali adalah di mana jalan keluar terdekat? Apakah keselamatan kami sedang terancam? Semacam itu," kata Bowen, dikutip dari laman ABC, Selasa (20/2).
"Ini benar-benar pikiran yang mengerikan tetapi masyarakat kami dewasa ini mengkondisikan untuk berpikir demikian," lanjutnya.
pelajar demonstrasi di gedung putih ©2018 REUTERS
Dalam demonstrasi tersebut, Bowen membawa bendera Amerika dan mengenakan jaket denim bertuliskan seruan agar kontrol senjata diberlakukan. Dia dan teman-temannya menunjukkan energi anak muda untuk mengambil alih tugas Asosiasi Senjata Api Nasional (NRA) dalam menerapkan aturan senjata.
"Saya sangat berharap ini bisa menjadi titik awal bagi kami. Semoga ada perubahan yang bisa diterapkan mengingat banyak anak muda yang menyuarakan protes seperti kami," harapnya.
Sebagaimana diketahui, Trump memang telah menerima banyak kritikan terkait aturan kepemilikan senjata. Terlebih dia juga menerima dukungan kuat dari NRA dalam waktu yang panjang.
Sekretaris pers Gedung Putih, Sarah Sanders, mengatakan bahwa Trump saat ini tengah dalam pembicaraan dengan anggota senator dari Partai Republik John Cornyn dan senator dari Partai Demokrat Chris Murphy untuk mengubah undang-undang di mana pemerintah negara bagian dan federal bisa melarang orang untuk membeli senjata api.
"Presiden tengah berbicara dengan Senator Cornyn tentang undang-undang yang diperkenalkan untuk memperbaiki aturan federal terhadap pemeriksaan latar belakang. Sementara diskusi ini berlangsung dan beberapa revisi sedang dipertimbangkan, Presiden Trump mendukung upaya untuk memperbaiki sistem pemeriksaan latar belakang," ungkap Sanders.
Selain siswa dan guru, para politisi juga mendesak Trump dan Kongres untuk mengambil tindakan tegas pada peristiwa penembakan yang menewaskan 17 orang di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, untuk mencegah tragedi semacam ini di masa depan.
Baca juga:
Remaja ini pasang badan ditembak lima kali buat lindungi teman sekelas
Protes aturan senjata, pelajar AS menggeletak di depan Gedung Putih
Ini wajah pelaku penembakan brutal di Florida saat diadili
Trump salahkan FBI tak fokus lakukan penyelidikan penembakan sekolah di Florida
Penembakan di Florida, Trump diminta buat peraturan penggunaan senjata
Gagal selidiki peringatan penembakan di Florida, Direktur FBI dipaksa mundur