LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Deretan perang kata-kata Shadiq Khan vs Donald Trump

Sebagai muslim, Khan pun ditanya komentarnya soal pernyataan kontroversial Trump yang akan melarang muslim masuk ke AS.

2016-05-19 06:06:00
Donald Trump
Advertisement

Terpilihnya Sadiq Khan sebagai wali kota London yang baru membuat dunia internasional bereaksi. Pasalnya sederhana: dia adalah warga muslim pertama dalam sejarah Inggris yang berhasil menjadi wali kota, terlebih lagi di ibu kota negara dan salah satu kota terbesar dan terpenting di Benua Biru Eropa.

Tak pelak, sosok keturunan Pakistan itu menjadi perhatian dunia internasional. Karena seorang muslim dia pun tidak terhidar dari pertanyaan sejumlah kalangan dan wartawan, kira-kira bagaimana reaksi dia terhadap pernyataan kontroversial Donald Trump, bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik yang pernah mengatakan akan melarang seluruh muslim masuk ke Negeri Paman Sam.

Jawaban Khan rupanya mengundang perhatian dan komentar balik dari Trump. Beberapa hari belakangan Trump dan Khan akhirnya terlibat perang kata-kata yang cukup panas. Apa saja perang mulut di antara dua tokoh itu? Simak ulasannya berikut ini:

Advertisement

Sadiq Khan sindir Donald Trump soal Islamofobia

Pekan lalu London memilih wali kota muslim pertama dalam sejarah Inggris. Sadiq Khan, pria 45 tahun putra imigran asal Pakistan ini, berhasil meraup 57 persen dukungan, mengalahkan rival terdekatnya Zac Goldsmith dari Partai Konservatif yang cuma memperoleh 43 persen suara dalam pemilihan umum yang dihelat Jumat (7/5).

Kemenangan Khan ini hadir di masa genting. Bulan depan rakyat Inggris akan mengikuti referendum yang akan menentukan posisi mereka di Uni Eropa. Selain itu Islamofobia kini sedang hangat-hangatnya melanda Inggris dan Eropa.

Koran the Washington Post melaporkan, Selasa (10/5), Khan kini dihadapkan pada kondisi masyarakat Inggris, khususnya London, yang terbelah lantaran isu Islamofobia. Tapi pria putra sopir bus itu sudah menegaskan, London merangkul segala nilai kebaikan dari berbagai budaya, masyarakat yang demokratis. "Anda boleh jadi keturunan imigran atau berasal dari kalangan miskin, atau etnis dan penganut agama minoritas, tapi Anda dihormati sebagaimana Anda apa adanya dan kontribusi Anda," ujarnya.

Sementara itu, bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump pekan lalu sempat membuat warga London geram lantaran pernyataannya yang mengatakan ada beberapa kawasan di kota itu yang bahkan polisi pun tidak berani berpatroli karena sudah sangat teradikalisasi.

Khan bukan menutup mata atas pandangan orang terhadap agamanya. Dia berangkat sebagai pengacara hak asasi kemudian menjadi politisi Partai Buruh. Dalam wawancara dengan the Washington Post, dia mengomentari pernyataan Trump yang pernah bilang akan melarang seluruh muslim masuk ke AS.

"Saya harus buru-buru ke Amerika sebelum November karena kalau Trump menang, saya pasti tidak boleh ke AS," ujar Khan bercanda.

Dalam wawancara usai kemenangannya, Khan menyampaikan pernyataan serupa.

"Jika Donald Trump jadi presiden, saya akan berhenti ke AS karena agama saya," kata dia kepada majalah Time yang terbit Senin kemarin.

Sedangkan Trump mencoba memperbaiki pernyataan soal muslim itu dan menunjukkan simpati pada Khan. "Akan selalu ada pengecualian," kata Trump, kutip New York Times, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/5).

Trump mengaku senang atas kemenangan Khan, "Anda memimpin dengan contoh, selalu dengan contoh, jika melakukan kerja baik..akan menjadi sesuatu yang luar biasa," sambungnya.

Advertisement

Khan kerap mengutarakan janji kampanyenya yang berbunyi "jadilah muslim Inggris yang mengalahkan ekstremisme dan kaum radikal."

Sadiq Khan: Saya berharap Donald Trump tidak menang

Wali kota London baru terpilih Sadiq Khan yang beragama Islam mengatakan kepada wartawan stasiun televisi CNN Christiane Amanpour, dia berharap kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump tidak memenangkan pilpres November nanti.

"Pesan saya buat Donald Trump dan timnya adalah, Anda tidak tahu tentang Islam. Sesungguhnya sangat wajar seorang muslim tinggal di negara Barat. Sangat mungkin menjadi muslim sekaligus mencintai Amerika," kata dia, seperti dilansir CNN, Rabu (11/5).

"Dengan mengesankan Islam dan Barat itu tidak cocok, maka Anda terjebak pada paham ekstremisme."

Khan tercata sebagai wali kota muslim pertama dalam sejarah bagi London.

Trump terkenal dengan pernyataannya yang ingin melarang seluruh muslim masuk ke AS.

Setelah mendengar Khan terpilih sebagai wali kota pada Kamis lalu, Trump langsung mengatakan dia akan membuat pengecualian bagi Khan.

"Saya bukan pengecualian. Kalau begitu Wali kota Khan boleh ke AS tapi yang lain tidak. Itu sungguh konyol," kata dia kepada Amanpour.

Trump sebut wali kota muslim London orang bodoh & wajib ikut tes IQ

Bakal calon presiden Amerika Serikat asal Partai Republik Donald Trump mengatakan wali kota muslim pertama London Sadiq Khan adalah orang bodoh dan wajib ikut tes IQ. Hal itu dituturkan pria 69 tahun itu akibat Khan mengkritik kebijakan Trump melarang orang Islam masuk Amerika Serikat.

"Dia tidak kenal saya. Belum pula kami pernah bertemu. Dia tidak tahu tentang saya dalam hal apa pun. Saya pikir pernyataannya sangat buruk. Katakan padanya saya akan selalu ingat kritiknya itu," kata Trump dalam wawancara di acara televisi Good Morning Britain, seperti diberitakan harian Daily Mail, Senin (16/5).

Menanggapi pernyataan bakal capres Partai Republik ini, juru bicara Sadiq Khan mengatakan seandainya Trump menang dan terpilih, itu tidak akan berpengaruh apa pun bagi Khan.

"Saya berharap dia dapat bersikap baik, tidak berpengaruh apa pun terhadap Khan, bila dia menantang untuk tes IQ, perlu ditegaskan kebodohan bukanlah hal yang sama dengan kekurangan intelegensi," pungkas jubir Khan.

Diberitakan sebelumnya, melalui wawancara dengan NBC News, Khan mengatakan Trump tidak mengerti soal Islam dan pandangannya dipengaruhi oleh paham ekstrem yang menargetkan kaum muda.

"Saya ingin Donald Trump datang ke London supaya saya bisa memperkenalkan bahwa muslim sangat cocok dengan nilai-nilai Barat yang bebas. Saya juga akan memperkenalkan dia muslim di negeri ini yang bangga jadi warga Inggris dan senang jadi warga Barat," kata dia, seperti dilansir Tribune.com, Ahad (15/5).

Selain berselisih paham dengan Khan, Trump juga mengklaim hubungannya tidak begitu baik dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Masalahnya sama, masih akibat pelarangan orang Islam masuk ke Amerika Serikat bila Trump terpilih menjadi presiden AS.

Wali kota muslim London ingin ajari Donald Trump soal Islam

Wali kota muslim pertama London Sadiq Khan mengatakan dia ingin mengajari Donald Trump, kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, soal Islam.

Dalam wawancara dengan NBC News dua hari lalu Khan mengatakan Trump tidak mengerti soal Islam dan pandangannya dipengaruhi oleh paham ekstrem yang menargetkan kaum muda.

"Saya ingin Donald Trump datang ke London supaya saya bisa memperkenalkan bahwa muslim sangat cocok dengan nilai-nilai Barat yang bebas. Saya juga akan memperkenalkan dia muslim di negeri ini yang bangga jadi warga Inggris dan senang jadi warga Barat," kata dia, seperti dilansir Tribune.com, Ahad (15/5).

Desember lalu Donald Trump mengatakan akan melarang seluruh muslim masuk ke AS setelah peristiwa penembakan di San Bernardino yang terinspirasi perbuatan kelompok ISIS.

"Saya ingin mengajari Donald Trump. Saya ingin memperlihatkan kepada dia bahwa kita bisa menjadi muslim dan Barat sekaligus," kata Khan.

Pekan ini Trump sempat mengatakan larangan muslim ke AS hanya usulan dan dia memberi pengecualian kepada Khan. Tapi Khan mengatakan dia tidak menerima pengecualian itu dan akan ke AS sebelum pemilu presiden pada November nanti.

Sadiq Khan ingin undang Donald Trump ke London

Wali kota muslim London Sadiq Khan kemarin mengundang Donald Trump, bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, untuk bertemu dengannya dan belajar soal Islam.

Koran the Daily Mail melaporkan, Selasa (17/5), undangan Khan itu dia sampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi ITV dalam acara Good Morning Britain.

Khan belakangan perang mulut dengan Trump terkait pernyataan bakal capres itu soal larangan muslim ke AS.

"Saya mengundang Donald Trump untuk datang ke London: bertemu istri saya dan putri-putri saya, tetangga saya, teman saya, warga London, yang juga sebagai muslim," kata dia.

"Kalau saya bisa mengajari kandidat dari Partai republik itu soal Islam tentu saya akan dengan senang melakukannya."

Khan menuturkan, kebijakan larangan bagi muslim yang disampaikan Trump itu sangat berbahaya dan bisa membuat dia kalah dalam pemilihan umum presiden AS November mendatang.

Soal larangan bagi muslim itu, sebelumnya Trump mengatakan dia akan membuat pengecualian bagi Khan. Namun Khan menolak pengecualian pria 69 tahun itu.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.