Deretan penghormatan terakhir warga pada Raja Bhumibol
Raja Bhumibol memimpin Thailand selama 70 tahun. Dia dikenal sangat dekat dengan rakyat. Saat sakit, rakyat berbondong-bondong mendoakan kesembuhan Bhumibol.
Kabar mangkatnya Raja Bhumibol Adulyadej meninggalkan luka mendalam tidak hanya bagi keluarga kerajaan tapi juga bagi seluruh rakyat Thailand.
Bagi rakyat Thailand, Raja Bhumibol adalah segalanya. Dialah sosok yang mempersatukan Thailand di tengah jatuh bangun kudeta terhadap perdana menteri. Walau tak turun langsung, sang raja selalu mengawal konstitusi di negaranya.
Bhumibol didaulat menjadi raja tahun 1946 dan mulai naik tahta tahun 1950. Saat itu usianya baru 19 tahun. Dia langsung mendapat tempat di hati rakyat karena kesederhanaan dan perhatiannya pada masyarakat.
Bhumibol tercatat sebagai raja paling lama berkuasa di dunia, yakni 70 tahun setelah menggantikan kakaknya Raja Ananda Mahidol pada 9 Juni 1946.
Dia meninggalkan istri, Ratu Sirikit, 84 tahun, juga seorang putra pewarist takhta Pangeran Maha Vajiralangkorn dan tiga putri, Puteri Ubol Ratana, Puteri Maha Chakri Sirindhorn, dan Puteri Chulabhorn Walailak.
Berikut adalah deretan kejadian yang dilakukan keluarga dan rakyat Thailand untuk berkabung dan mengenang raja yang begitu dicintai:
Raja Bhumibol mangkat, Thailand berkabung selama setahun
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengumumkan negara dalam keadaan berkabung selama setahun menyusul wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej dalam usia 88 tahun.
Pihak istana sebelumnya mengumumkan Raja Bhumibol meninggal hari Kamis (13/10) pukul 15.52 waktu setempat.
"Yang Mulia meninggal dalam damai di Rumah Sakit Siriraj," kata pernyataan istana, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (13/10).
Selama setahun terakhir Raja Bhumibol kerap dirawat di rumah sakit Siriraj di Ibu Kota Bangkok karena penyakit yang dideritanya. Sehari sebelumnya istana mengatakan tekanan darah raja turun drastis dan detak jantungnya sangat cepat. Selain itu hatinya juga tidak berfungsi secara normal dan hasil pemeriksaan darah menyatakan dia terkena infeksi.
"Meski para dokter sudah mengusahakan yang terbaik tapi kondisinya terus memburuk," kata istana.
Warga Negeri Gajah Putih yang berkumpul di depan gedung rumah sakit menangis ketika mendengar pengumuman itu.
Terpukul raja wafat, netizen Thailand kompak ganti profpic
Menyusul kabar mangkatnya Raja Bhumibol Adulyadej para netizen bergegas mengganti gambar profil (profpic) akun media sosial masing-masing, mulai dari Facebook hingga Twitter, menjadi kotak hitam sebagai tanda berkabung.
Nick Thanaboonchai (25) pekerja kreatif asal Ibu Kota Bangkok turut mengganti gambar profil Facebook-nya. Dia mengaku sangat terpukul setelah pihak istana memastikan sang raja wafat akibat sakitnya di usia 88.
Walaupun termasuk anak muda yang tak lama mengalami periode kepemimpinan Bhumibol, Nick merasa rajanya memiliki integritas sebagai pemersatu rakyat Thailand menghadapi masa-masa sulit. Terutama selama 15 tahun terakhir ketika Negeri Gajah Putih mengalami dua kali kudeta militer akibat perseteruan politik antara pendukung dan penentang mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.
"Semua kenalan, tetangga saya, sekarang sangat terpukul. Kabar (mangkatnya raja) buruk ini sangat-sangat tidak mereka harapkan," ujarnya.
Media Thailand ganti tampilan jadi hitam putih
Seluruh tampilan media di Thailand berubah menjadi hitam putih, pasca wafatnya Raja Bhumibol Adulaydej pada Kamis lalu. Tak hanya koran dan media online, siaran stasiun televisi juga tidak menampilkan warna apapun.
Pemerintah junta Thailand memerintahkan seluruh media mengubah program mereka dengan siaran yang sudah dipersiapkan kerajaan.
"Seluruh stasiun televisi harus menautkan sinyal mereka ke pool televisi selama 30 hari," ujar juru bicara junta Letnan Jenderal Sanser Kaewkamnerd.
Tak hanya untuk stasiun TV lokal, peraturan itu juga berlaku untuk TV kabel internasional, termasuk Al Jazeera, BBC dan CNN.
Karena peraturan ini, warga Negeri Gajah Putih tidak akan mendapatkan akses berita independent di televisi mereka selama 30 hari, sebagai bentuk rasa berkabung atas meninggalnya Raja Bhumibol yang memimpin negara selama 70 tahun.
Hal yang sama juga diterapkan untuk media daring. Situs berita Bangkok Post, sebagai contohnya, kini mengubah seluruh tampilan warnanya menjadi hitam-putih., begitu pula dengan media The Nation Thailand.
Koran lokal seperti Thairath, Matichon juga melakukan hal yang sama. Tampilan monokrom juga diterapkan di Pantip, forum ngobrol paling populer di Thailand.
Ribuan rakyat Thailand antre sejak subuh melayat mendiang raja
Duka yang mendalam juga ikut dirasakan oleh rakyat Thailand. Gelombang merah muda dan kuning yang beberapa hari lalu sempat memadati penjuru kota Bangkok, kini berubah menjadi lautan hitam. Warna-warna itu adalah lautan manusia yang memberi salam perpisahan kepada mendiang Raja Bhumibol Adulyadej, sehari setelah sang raja mangkat Kamis (13/10) sore waktu setempat.
Keluarga yang membawa jasad sang raja melakukan iring-iringan ke istana, di mana sudah menunggu ribuan pelayat yang ingin menyaksikan peristiwa bersejarah itu di sana. Beberapa di antaranya bahkan sengaja berkemah di depan istana sejak tengah malam waktu setempat.
"Saya tidak bisa tidur dan saya tidak ingin duduk-duduk saja di rumah. Saya harus melakukan sesuatu (sebagai tanda penghormatan pada raja) karena saya merasa sangat sedih," kata salah satu pelayat bernama Patarapong Chankaw, seperti dilansir dari Guardian, Jumat (14/10).
Patarapong sudah menunggu di istana megah itu sejak pukul 05.00 waktu setempat dan berencana untuk tinggal sampai prosesi berakhir.
Turis asing diimbau tak bicarakan raja selama Thailand berkabung
Tak hanya rakyat Thailand, turis asing yang datang ke negeri gajah putih tersebut juga diimbau untuk ikut berkabung bersama rakyat lainnya.
Menurut keterangan seorang pewarta, wisatawan disarankan untuk ikut menghormati adat yang berlaku dan turut mematuhi hukum setempat.
Pemerintah Thailand telah mengeluarkan anjuran mengenakan pakaian hitam di hari Jumat sebagai ungkapan berkabung nasional pada masyarakatnya. Hal ini berlaku juga untuk wisatawan asing yang bertandang ke negeri gajah putih itu.
Dilansir dari laman BBC, Jumat (14/10), pemerintah Inggris menyampaikan pesan bagi warganya di sana, "Jika mungkin, kenakan pakaian hitam di tempat umum sebagai tanda hormat. Selalu lihat yang tertulis di media lokal dan patuhi aturan dari pemerintah setempat."
Sementara itu, wartawan BBC John Sudworth yang bertugas di sana berkata, "pakaian renang masih boleh dikenakan asalkan hanya di pantai resort. Selain di sana, ikuti aturan setempat dalam berpakaian dan berperilaku. Terumata saat mengunjungi kuil-kuil dan istana kerajaan."
"Kunjungan ke tempat-tempat hiburan, termasuk restoran, bar, dan pusat perbelanjaan harus dibatasi dan bersikaplah sopan saat di tempat-tempat umum," kata perwakilan dari Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran (FCO) Inggris.
Selain itu, Kementerian Luar Negeri Australia melalui perwakilannya juga menyarankan warga Australia yang berkunjung ke Thailand agar bisa 'menahan diri' dari perilaku yang dapat diartikan foya-foya, tidak sopan, dan tidak tertib.
Sementara itu perwakilan dari Kementerian Luar Negeri Belanda menyarankan warganya di sana agar selalu membawa surat-surat identitas ke manapun serta menghindari pembicaraan tentang keluarga kerajaan. Hal ini demi menghindari hukum lese majeste yang berlaku di Thailand, di mana siapapun yang mencemarkan nama baik, melakukan penghinaan, dan mengancam raja, ratu, pewaris, dan bupati akan diganjar hukuman 15 tahun penjara.
(mdk/ard)