LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Deretan nestapa perempuan Saudi, terkekang di negeri sendiri

Deretan nestapa perempuan Saudi, terkekang di negeri sendiri. Tidak seperti di Indonesia, perempuan di Arab Saudi tidak bisa bebas melakukan hal-hal dasar dalam kehidupan sehari-hari. Larangan-larangan tersebut di antaranya tidak boleh menyetir sendiri, tidak boleh keluar rumah tanpa menutup aurat dan seterusnya.

2017-01-05 06:09:00
Arab Saudi
Advertisement

Tidak seperti di Indonesia, perempuan di Arab Saudi tidak bisa bebas melakukan hal-hal dasar dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa larangan yang harus dijalani kaum perempuan dan semuanya merujuk kepada aturan kitab suci Al Quran.

Larangan-larangan tersebut berupa tidak boleh menyetir sendiri, tidak boleh keluar rumah tanpa menutup aurat, tidak boleh bepergian tanpa ditemani kerabat terdekat atau muhrimnya, bahkan mereka juga tidak diperbolehkan memilih pekerjaan dengan sesuka hati.

Hal itu mungkin masih terlihat tidak biasa bagi masyarakat dari belahan dunia lain. Namun perempuan Saudi dituntut untuk melakukannya jika tidak ingin diberikan sanksi.

Selain itu, sebagai pihak luar, warga negara lain juga tetap harus mengikuti aturan itu jika bertandang ke negara Timur Tengah tersebut.

Diambil dari beberapa sumber, merdeka.com telah merangkum deretan larangan yang membuat perempuan Saudi terkekang di negara mereka sendiri. Berikut ulasannya:

Arab Saudi larang perempuan ke kedai kopi

Kaum hawa di Arab Saudi dilarang masuk ke kedai kopi Starbucks karena dinding pemisah antara kaum laki-laki dan perempuan di kedai kopi itu copot.

Koran the Independent melaporkan, Kamis (4/2), sebuah kertas pengumuman terpajang di jendela kedai kopi Starbucks di Ibu Kota Riyadh yang berisi larangan itu.

"Kaum perempuan dimohon tidak masuk. Jika ingin memesan suruh saja sopir Anda. Terima kasih," demikian bunyi pengumuman dalam bahasa Arab dan Inggris tersebut.

Seorang perempuan mengaku dia ditolak masuk ke Strabucks dan dia menulis di media sosial Twitter.

"Kedai Starbucks di Riyadh menolak melayani saya karena saya perempuan. Mereka malah meminta saya menyuruh seorang pria jika mau memesan," tulis dia.

Menurut koran berbahasa Arab Al Weaam, polisi syariah Saudi memerintahkan manajemen Starbucks melarang kaum perempuan masuk setelah mengetahui dinding pemisah antara kaum laki-laki dan perempuan copot. Polisi mengetahui hal itu setelah melakukan pemeriksaan rutin di kawasan kedai kopi itu.

Pihak manajemen mengatakan dinding itu copot karena pengunjung sering berdesakan.

Namun juru bicara Starbucks mengatakan kepada majalah Cosmopolitan, kedai mereka sedang melakukan renovasi untuk memfasilitasi pengunjung lajang dan keluarga. Dia membantah dinding pemisah itu copot.

Di Arab Saudi, tempat kerja, sekolah, layanan kesehatan selalu memasang dinding pemisah kaum laki-laki dan perempuan.

Advertisement

Perempuan jomblo di Saudi dilarang makan di restoran

Beberapa restoran di Arab Saudi melarang perempuan belum memiliki pasangan memasuki tempat mereka. Para wanita jomblo ini dinilai memiliki kepribadian dan mental tidak stabil hingga membuat mereka melakukan hal-hal tak penting.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (25/11/2014), para perempuan lajang ini kerap kegenitan, tebar pesona, merokok, dan main-main dengan ponsel pintar mereka. Ini banyak mereka lakukan di restoran-restoran ternyata membuat banyak pemilik rumah makan itu keberatan.

Banyak pegiat hak asasi perempuan mengatakan peraturan ini sebenarnya terselubung dalam menegakkan syariah Islam. Tidak ada hukum yang melarang wanita bepergian sendiri di Saudi namun sebagai muslim diyakini mereka harus ditemani anggota keluarga yang lelaki saat memasuki ruang publik.

"Kami menaruh tanda ini sebab ada sejumlah 'kecelakaan' tebar pesona pernah terjadi di restoran ini," ujar salah satu pemilik restoran tidak disebutkan namanya.

Para pengusaha restoran baru akan menyingkirkan tanda itu jika hal-hal tak diinginkan berkurang. Menurut mereka kebiasaan tebar pesona, perselingkuhan, atau perilaku tak berguna lain bisa mengancam bisnis rumah makan itu.

Seorang pemuda bernama Talal menceritakan kisahnya. Saat itu restoran milik saudaranya sedang ramai dan banyak keluarga makan di tempat itu. Tak disangka sekelompok perempuan lajang masuk ke restoran tersebut dan berbicara keras-keras, tak peduli dengan sekitar mereka.

"Dengan membawa pasangan mereka jauh lebih bertata krama," ujar Talal.

Saudi tercatat memiliki beberapa peraturan tidak menguntungkan kaum perempuan. Baru tahun ini mereka bisa bekerja namun tetap belum boleh mengendarai mobil.

Tidak ada batas umur perempuan boleh dinikahkan asalkan sesuai dengan keputusan ayahnya. Wanita boleh mengendarai sepeda namun harus mengenakan busana tertutup dan cadar serta ditemani oleh penjaga lelaki.

Advertisement

Keluar rumah tanpa hijab, wanita Saudi terancam dieksekusi

Perempuan Arab Saudi bernama Malak Al Shehri terancam akan dieksekusi lantaran keluar rumah tanpa memakai hijab.

Dia sebelumnya dilaporkan memajang foto dirinya sedang berada di Ibu Kota Riyadh tanpa memakai hijab dan menyebarkan foto itu di media sosial, seperti dilansir koran the Daily Mail, Sabtu (3/12).

Pengguna Twitter yang melihat foto itu banyak juga yang mencaci dia.

"Bunuh dia dan lempar mayatnya buat anjing," kata seorang pengguna Twitter.

Tak hanya memajang foto, perempuan 21 tahun itu juga menyebarkan potongan gambar memperlihatkan populernya tanda pagar 'kami ingin si pemberontak Malak Al Shehri dipenjara'.

"Banyak sekali orang yang menyebarkannya dan itu sampai ke kelompok ekstremis," kata dia kepada the International Business Times. Sampai-sampai dia mendapat ancaman.

Dia bahkan akhirnya menghapus foto kicauan itu di Twitter dan menghapus akunnya.

"Hukuman paling ringan buat dia adalah dipenggal," kata seorang pengguna.

Meski mendapat ancaman dari kaum ekstremis, tidak sedikit juga yang mendukung Malak.

"Saya kagum dengan keberanian dan perlawanan para wanita Saudi," ujar netizen dengan nama akun @MajedAbboud.

"Ini saatnya memprotes dan melawan penjara abaya (pakaian tradisional wanita Saudi) yang sangat diskriminatif," ujar yang lain.

Saudi peringatkan bakal tangkap perempuan nekat mengemudi

Pejabat Arab Saudi meningkatkan peringatan atas rencana perempuan mengemudi. Hal ini dinilai mereka menantang kaum lelaki dan kerajaan.

Surat kabar the Huffington Post melaporkan, Sabtu (26/10/2013), mereka mendukung aturan ini lewat Internet pun bakal kena hukuman apalagi sampai memprotes.

Peringatan itu datang menjelang rencana unjuk rasa bakal diadakan pegiat perempuan Saudi telah memperoleh izin mengemudi di luar negeri. Internet dewasa ini juga menjadi alat kunci menjangkau media internasional dan bisa mengorganisir demonstrasi.

Hukum Saudi secara spesifik melarang perempuan mengemudi. Aturan ini berasal dari fatwa para ulama yang akhirnya mempunyai legitimasi oleh kerajaan.

Juru bicara kementerian Saudi Turki al-Faisal mengatakan mereka mendukung lewat Internet juga akan dihukum. "Mengacu pada undang-undang kejahatan dunia maya," ujarnya.

Saudi telah mengadopsi beberapa hukum memperbolehkan perempuan berada di ranah publik, seperti mencalonkan diri jadi anggota parlemen dan jaksa namun untuk mengizinkan kaum hawa mengemudi rasanya masih sulit sebab ini fatwa langsung dari ulama-ulama paling senior dan dihormati di Negeri Petro Dolar itu.

Pegiat hak asasi dari Amnesty Internasional mengatakan Saudi selalu mengklaim hukum tidak mendiskriminasi perempuan. "Namun nyatanya mereka masih mengusik dan mengintimidasi pegiat perempuan," ujar Boumedouha, direktur dari Amnesty untuk Afrika Utara dan Timur.

Arab Saudi larang perempuan jadi pramugari

Maskapai penerbangan milik pemerintah Arab Saudi menyatakan mereka mengizinkan kaum perempuan bekerja di bandar udara tapi tidak boleh menjadi pramugari.

"Tidak ada pekerjaan untuk menjadi pramugari di pesawat bagi kaum perempuan. Tapi kami membolehkan mereka bekerja di bandar udara," ujar Abdul Rahman Al Fahd, asisten direktur jenderal hubungan masyarakat dari maskapai milik pemerintah Saudi, seperti dilansir situs Emirates 247, Selasa (29/12/2015).

Harian Okaz yang melaporkan berita itu mengatakan Al Fahd menolak menjelaskan mengapa perempuan Saudi dilarang jadi pramugari.

Selama ini Saudi melarang percampuran antara kaum laki-laki dan perempuan di ruang publik.

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.