Depresi, imigran asal Irak bakar seluruh anggota keluarganya
Seorang imigran asal Tal Afar, Irak, diduga mengalami depresi membakar anggota keluarganya. Dia adalah mantan agen di dinas pertahanan sipil di Tal Afar. Tujuh orang anggota keluarganya dibakar.
Seorang imigran asal Tal Afar, Irak, diduga mengalami depresi membakar anggota keluarganya. Tujuh orang anggota keluarganya dibakar di sebuah rumah yang terletak di jalan antara provinsi Tal Afar dan Karbala. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang sumber di kantor polisi Najaf.
"Dari investigasi awal terungkap bahwa dia telah menderita tekanan psikologis dan kini telah dirujuk ke rumah sakit jiwa. Dia adalah mantan agen di dinas pertahanan sipil di Tal Afar," kata sumber polisi tersebut, seperti dilansir dari laman Iraqi News, Kamis (24/8).
Seperti diketahui, ribuan orang di Tal Afar terus mengungsi untuk membebaskan diri dari cengkeraman Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan ada 40.000 warga sipil melarikan diri sementara 30.000 orang diyakini masih berada di dalamnya.
Para pengungsi menyasar wilayah Najaf dan provinsi bagian selatan lainnya sebagai tempat berlindung. Kini wilayah tersebut menjadi rumah bagi ratusan pengungsi.
Menurut data otoritas migrasi Irak, perang Irak melawan militan ISIS telah mengungsikan hampir tiga juta warga sipilnya sejak 2014 lalu. Namun beberapa hari belakangan ini, komandan lapangan Irak melaporkan kemajuan di lapangan.
Mereka mengatakan pasukan pemerintah dan paramiliter telah mencapai pusat kota untuk merebut kembali wilayah kekuasan ISIS.
Baca juga:
Tempur lawan ISIS di Irak, 2 tentara AS tewas ditembak teman sendiri
Meratapi kondisi rumah sakit bersalin Mosul yang dihancurkan ISIS
Reaksi anak-anak di Irak saat mengikuti sunatan massal
Mengunjungi masjid kekhalifahan Baghdadi usai dihancurkan ISIS
ISIS kalah di medan perang tapi menang di dunia maya