LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Dendam dipaksa jadi budak seks, wanita Yazidi bunuh komandan ISIS

Wanita dari minoritas Yazidi itu menembak mati Abu Anas, pimpinan komando Kota Mosul pada 5 September lalu

2015-09-08 09:29:00
Irak
Advertisement

Wanita dari etnis minoritas Yazidi-Kurdi menghabisi petinggi kelompok militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Komandan pasukan khilafah yang meregang nyawa itu adalah Abu Anas, pemimpin regu militer di utara Irak.

Jaringan televisi Alsumaria News melaporkan, Selasa (8/9), pembunuhan itu terjadi di Distrik Tal Roman, Kota Mosul, Irak, Sabtu pekan lalu. Entah mendapat senjata dari mana, perempuan tidak disebut namanya ini menembak mati sang komandan ISIS di pinggiran kota, setelah menyergap Abu Anas yang rampung berpatroli.

Abu Anas adalah orang yang memaksa wanita itu menjadi budak seks. Wanita Yazidi ini sekarang kabur ke wilayah selatan Irak.

Advertisement

"Pembunuhan Abu Anas ini dipastikan balas dendam atas perkosaan yang dia terima," kata Juru Bicara Jaringan Warga Kurdistan, Saeed Mamouzini.

Etnis Yazidi, masih merupakan bagian dari kelompok Kurdi, tapi tidak memeluk Islam. Mereka menganut agama Yazdanisme, kepercayaan kuno monoteistik yang berakar hingga era Mesopotamia. Sebagian warga Yazidi memeluk Kristen Ortodok.

Warga Yazidi termasuk yang banyak dibantai oleh militan ISIS. Diperkirakan 5 ribu lelaki Yazidi dibunuh, sedangkan 5.270 wanita dari etnis minoritas dilaporkan diculik menjadi budak seks para militan.

Advertisement

Pengakuan gadis Yazidi yang bisa kabur dari sekapan ISIS sangat memilukan. Kelompok khilafah gaya baru tersebut memiliki doktrin boleh memerkosa perempuan beda agama.

Remaja Yazidi 15 tahun yang disekap sembilan bulan menceritakan kengerian yang dia alami kepada the New York Times. "Tiap kali dia akan memerkosa saya, militan itu selalu berdoa."

"Saya bilang perbuatanmu itu salah dan tidak akan mendekatkanmu kepada Tuhan. Tapi si militan bilang, 'Tidak, ini halal," kata gadis itu saat mereka ulang penyekapannya.

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.