Demi keamanan, PBB desak penundaan pemulangan pengungsi Rohingya
Demi keamanan, PBB desak penundaan pemulangan pengungsi Rohingya. Badan pengungsi PBB dan kelompok hak asasi lainnya mendesak agar rencana pemulangan etnis Rohingya ke Myanmar dipertimbangkan lagi.
Badan pengungsi PBB dan kelompok hak asasi lainnya mendesak agar rencana pemulangan etnis Rohingya ke Myanmar dipertimbangkan lagi. Mereka khawatir dengan keselamatan etnis Rohingya karena ketidakmampuan lembaga bantuan untuk bisa menjamin keamanan ratusan ribu pengungsi Rohingya.
"Agar pemulangan dilakukan dengan benar, berkelanjutan, benar-benar layak, Anda harus benar-benar menangani sejumlah masalah yang sampai saat ini kami tidak pernah dengar pembahasannya," kata Kepala UNHCR Filippo Grandi, seperti dilansir Asia One, Rabu (24/1).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat Heather Nauert mengatakan penundaan pemulangan etnis Rohingya adalah ide bagus. Washington khawatir dengan kurangnya akses untuk organisasi PBB.
"Mereka tidak bisa dipaksa pulang saat mereka merasa tidak aman. Saya pikir dalam jangka panjang semua orang ingin pulang. Tapi mereka ingin pulang jika situasi aman," kata Heather.
Menteri Pertahanan AS Jim Mattis juga setuju dengan ditundanya pemulangan etnis Rohingya. Dia berpendapat situasi dialami Rohingya lebih buruk daripada yang digambarkan oleh media.
"Ini adalah tragedi yang lebih buruk dari apa yang CNN atau BBC gambarkan," kata Mattis saat berada di Indonesia.
Penundaan pemulangan etnis Rohingya oleh Bangladesh dikarenakan proses penyusunan dan verifikasi daftar orang yang akan dipulangkan belum lengkap.
Baca juga:
Sebelum bertolak ke Sri Lanka, Jokowi cek bantuan untuk Rohingya
Pengungsi Rohingya diminta pastikan soal keamanan sebelum balik ke Myanmar
Bangladesh tunda pulangkan pengungsi Rohingya ke Myanmar
Pemulangan pengungsi Rohingya ke Myanmar dinilai terlalu prematur
Pengungsi Rohingya unjuk rasa di Bangladesh, tolak dipulangkan ke Myanmar