Delegasi Korsel-Korut berunding soal Olimpiade Musim Dingin
Pertemuan kedua delegasi dikabarkan dilaksanakan di Zona Demiliterisasi Desa Panmunjom. Materi dialog seputar keikutsertaan kontingen Korea Utara di dalam Olimpiade Musim Dingin 2018 digelar di Kota Pyeongchang, Korea Selatan.
Perwakilan Korea Utara dan Korea Selatan hari ini dijadwalkan menggelar pertemuan setelah dua tahun lebih bersitegang dan menutup jalur komunikasi. Kabarnya isi pembicaraan kedua delegasi adalah seputar keikutsertaan kontingen Korea Utara di dalam Olimpiade Musim Dingin 2018 digelar di Kota Pyeongchang, Korea Selatan.
Dilansir dari laman AFP, Selasa (9/1), pertemuan kedua delegasi dikabarkan dilaksanakan di Zona Demiliterisasi Desa Panmunjom. Rombongan Korea Selatan beranggotakan lima orang bakal dipimpin oleh Menteri Penyatuan Korea, Cho Myoung-Gyon. Sedangkan juru runding Korea Utara dipimpin oleh seorang pejabat senior bernama Ri Son Gwon.
"Ini adalah hadiah tahun baru bagi para penduduk. Rakyat punya harapan kuat supaya Korea Selatan dan Korea Utara segera berdamai dan menyatu," kata Ri.
Jika disepakati, nampaknya pihak Korea Selatan bakal berbesar hati menjamin seluruh akomodasi kontingen Korea Utara. Sehingga Korea Utara tidak mengeluarkan uang sepeser pun karena atlet mereka yang lolos pun hanya dua. Namun, Korea Utara meminta kontingen olimpiade musim dingin mereka ditempatkan di sebuah kapal di pelabuhan Sokcho, ketimbang di hotel. Alasannya adalah buat mempermudah pengawasan.
Komite Olimpiade Dunia (IOC) menyatakan bakal memperpanjang masa pendaftaran dalam ajang Olimpiade Musim Dingin. Menurut Juru Bicara IOC, Mark Adams, hal itu dilakukan buat menghormati niat baik kedua negara karena kembali berdialog dan bakal mengirim perwakilan dalam kompetisi olahraga itu. Kabarnya, perwakilan kontingen Olimpiade Musim Dingin Korea Utara, Chang Ung, bertolak ke markas IOC di Lausanne, Swiss, buat mendaftarkan atlet mereka.
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada awal 2018 sudah berjanji bakal mengirim atlet terbaiknya buat mengikuti Olimpiade Musim Dingin. Tak lama kemudian, pemerintah Korea Utara memutuskan mengaktifkan kembali jalur komunikasi khusus (hotline) dengan Korea Selatan, yang diputus sejak Februari 2016. Hal ini diharapkan menjadi sinyal perbaikan hubungan antara kedua negara, dan mengurangi ketegangan di kawasan Semenanjung Korea.
Menurut Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Penyatuan Korea Selatan, pemerintah Korea Utara yang lebih dulu mengaktifkan sambungan langsung (hotline) di perbatasan Panmunjom pada Rabu (3/1) lalu. Pesawat telepon hotline di Korea Selatan berdering pada pukul 06.30 waktu setempat, dan pembicaraan antara kedua pihak terjadi selama 20 menit. Namun, pihak Korea Selatan enggan membeberkan isi percakapan itu.
Pemerintah Korea Utara menutup sambungan langsung itu pada Februari 2016 sebagai aksi balasan. Sebab, sebuah kawasan industri di perbatasan dikelola kedua negara ditutup oleh Korea Selatan.
Menurut pernyataan Ketua Komiter Penyatuan Damai dari Korea Utara, Ri Son Gwon, perintah pembukaan jalur sambungan langsung itu langsung diberikan oleh atasannya, Kim Jong Un. Menurut dia, Kim Jong Un meminta supaya komunikasi dengan Korea Selatan dilakukan dengan tulus dan jujur.
Setelah kejadian itu, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, juga memerintahkan supaya jalur komunikasi tetap dibuka. Dia berharap pemerintah Korea Utara mau melanjutkan proyek kerja sama dan perundingan penyatuan kedua negara. Sebab, meski mendukung penjatuhan sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat, Moon tetap berupaya memenuhi janji saat kampanye yakni menghindari perang dan mengedepankan dialog dengan Korea Utara.
Baca juga:
Usai dialog, Korsel bakal cabut sementara sanksi buat Korut
Korut sepakat kirim atlet ke Olimpiade Musim Dingin usai 3 jam berunding
Melihat serunya memancing ikan di sungai beku Korea Selatan
Korut dan Korsel sepakat kembali berunding pekan depan
Cerita dering telepon di Zona Larangan Militer, menilik peluang damai dua Korea