LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Dalang penyerbuan Kedubes AS di Benghazi dibekuk lagi

Dalang serangan ditangkap itu dikabarkan bernama Mustafa al-Imam. Dia dibekuk oleh pasukan khusus AS yang sudah beberapa hari memburunya di Libya. Mustafa saat ini berada di tangan Departemen Hukum AS, dan bakal dibawa ke Negeri Abang Sam.

2017-10-31 12:17:53
Amerika Serikat
Advertisement

Pasukan Amerika Serikat dikabarkan menangkap lagi salah satu dalang di balik serangan ke kedutaan mereka di Kota Benghazi, Libya, lima tahun lalu. Insiden itu merenggut nyawa Duta Besar Amerika Serikat, Christopher Stevens, dan tiga warga Negeri Abang Sam lainnya.

Dilansir dari laman Reuters, Selasa (31/10), dalang serangan ditangkap itu dikabarkan bernama Mustafa al-Imam. Dia dibekuk oleh pasukan khusus AS yang sudah beberapa hari memburunya di Libya.

Operasi militer rahasia itu direstui oleh Presiden Donald Trump dan pemerintah Libya yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memberi izin. Mustafa saat ini berada di tangan Departemen Hukum AS, dan bakal dibawa ke Negeri Abang Sam. Jaksa Agung AS, Jeff Sessions, mengatakan Mustafa akan diperiksa dan diharapkan mau buka mulut soal siapa saja terlibat dalam penyerbuan itu. Kabar tertangkapnya Mustafa juga sudah disampaikan kepada komite di Kongres AS dan keluarga mendiang.

"Dia (Mustafa al-Imam) akan diadili di Amerika Serikat atas perannya dalam serangan pada 11 September 2012," kata Trump.

Salah satu pemimpin kelompok militan menyerang Kedubes AS di Benghazi, Ahmad Abu Khatallah, baru diadili awal Oktober ini. Padahal, Khatallah sudah tiga tahun dibui menunggu sidang setelah dibekuk oleh pasukan AS dibantu anggota Biro Penyelidik Federal (FBI) di Libya pada 2014.

Serangan dilakukan kelompok militan terhadap Kedubes AS di Benghazi lima tahun lalu membikin anggota Kongres AS murka terhadap Hillary Clinton. Hillary yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dianggap tidak bisa berbuat apapun terhadap Libya. Insiden itu bahkan diabadikan ke layar lebar lewat film '13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi', berdasarkan kisah diceritakan salah satu anggota tentara bayaran dikontrak Badan Intelijen Pusat AS (CIA).(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.