Dalai Lama mudah tertarik pada perempuan cantik pakai rok mini
Dia mengakui ini sebagai kelemahannya.
Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama Tenzin Gyatso, ternyata gampang luluh pada perempuan cantik apalagi memakai rok mini. Dia mengakui ini sebagai kelemahannya.
Surat kabar the Huffington Post melaporkan, Rabu (23/10), dia mengungkapkan ini pada kunjungannya ke Negara Bagian New York, Amerika Serikat untuk memberikan seminar soal keagungan Buddha, kata bijak, dan kebahagiaan bersama komunitas Buddha di Negara Adidaya itu.
Seorang jurnalis stasiun televisi CBS, Norah O'Donnel, mewawancarai Gyatso soal pengasingannya dan perubahan sikap pemerintah China. Lalu O'Donnell juga menyinggung tentang perempuan cantik. Dalai Lama pernah mengakui itu saat wawancara di harian the New York Times pada 1993.
"Apa benar Anda tidak minum anggur, menghisap tembakau, dan lain-lainnya?" O'Donnell menanyakan dan Gyatso menggeleng. Dia juga bilang tidak menikah dan punya cara sendiri untuk bersenang-senang.
Menurut Gyatso orang membujang tidak selalu sedih. "Pernikahan pun banyak yang mengecewakan. Seperti wanita menghabiskan duit suaminya," ujar lelaki berkacamata itu.
Gyatso mengatakan dia memang suka merasa luluh pada kaum hawa dan pernah memiliki gairah tersendiri apalagi jika melihat mereka dengan rok mini. "Namun hasrat diibaratkan gatal. Kalau mau sembuh ya digaruk. Tapi lebih baik tidak punya gatal, kan? Demikian juga keinginan untuk seks. Lebih banyak kedamaian jika kita menghilangkan perasaan itu. Tanpa seks tidak perlu khawatir aborsi dan sebagainya," ujar Gyatso.