Daftar korban tewas penembakan di Bioskop Colorado
Satu jenazah diduga Matt Mcquinn masih menunggu konfirmasi dari tim forensik.
Aksi penembakan dilakukan oleh John Eagen Holmes pada Jumat (20/7) dini hari di dalam teater 16 Bioskop Century, Wilayah Aurora, Kota Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, menyisakan duka. Alhasil 12 orang tewas dalam insiden itu, termasuk seorang anak berusia enam tahun.
BBC hari ini, Ahad (22/7), merilis daftar nama korban tewas tragedi itu sebagai berikut :
1. John Larimer, 27, kriptologis di Angkatan Laut Amerika Serikat.
2. Jessica Ghawi, 24, pemandu acara olahraga.
3. Alex Sullivan, 27, pegawai restoran.
4. Micayla Medek, 23, mahasiswa dan pegawai kios makanan cepat saji.
5. Veronica Moser, 6
6. Jesse Childress, 29, operator komputer Angkatan Udara Amerika Serikat.
7. Alex Teves, 24, lulusan strata 2 jurusan psikologi Universitas Denver.
8. Alexander Boik, 18, mahasiswa Sekolah Seni dan Desain Rocky Mountain, Denver.
9. Jonathan Blunk, 26, pegiat olahraga luar ruang dan penggemar senjata.
10. Rebecca Ann Wingo, 32, pegawai perusahaan citra rontgen berjalan.
11. Gordon Cowden, 51, wiraswasta.
Satu jenazah diduga Matt McQuinn, berusia 27 tahun, belum dikonfirmasi oleh tim forensik dan sampai saat ini para jurnalis masih menunggu keterangan pers. Matt bekerja sebagai pegawai toko waralaba Target. Dalam insiden itu tiga warga Indonesia juga mengalami luka serius.
Selama ini Holmes dikenal sebagai pribadi cerdas dan santun. Menurut salah satu tetangganya, pemuda itu memang pendiam dan tidak pernah terlibat tindakan kriminal. Dia hanya punya satu catatan pelanggaran hukum, yakni ditilang lantaran ngebut di jalanan Oktober tahun lalu.
Holmes berasal dari keluarga kelas menengah yang cukup dikenal karena aktif di kegiatan amal. Ayahnya bekerja di perusahaan perangkat lunak dan ibunya berprofesi sebagai perawat.
Dia saat ini tercatat sebagai mahasiswa pascasarjana ilmu syaraf di Universitas Colorado. Sebelum kuliah, tersangka aktif bermain sepakbola dan seorang pelari lintas alam semasa sekolah menengah.
Keluarga Holmes hingga saat ini menolak wawancara media dan mengaku terpukul anak mereka menjadi pelaku penembakan massal terparah di Amerika dalam lima tahun terakhir itu. Pemuda itu rencananya bakal diadili besok pukul 09.30 waktu setempat.
(mdk/fas)