Curi selimut imigran tunawisma, polisi Paris dikecam
Para polisi Paris mencuri selimut yang digunakan imigran untuk tidur, menghindari udara dingin yang menusuk tulang. Perbuatan mereka dikecam berbagai pihak, salah satunya relawan dari Doctors Without Borders. Hal tersebut bisa menyebabkan pengungsi mengalami hipotermia.
Polisi Paris mengancam kehidupan migran tunawisma dengan cara mencuri selimut mereka. Hal ini dilakukan agar para tunawisma segera pergi dari kota mereka.
Lembaga bantuan kesehatan dunia, Doctors Without Borders mengatakan dalam akun Twitter resmi mereka, apa yang dilakukan para polisi membahayakan nyawa pengungsi itu.
"Polisi harus berhenti mengambil selimut para migran yang tidur di jalanan. Ini praktik yang tidak benar karena menempatkan hidup migran dalam bahaya," kata tim dokter dari Doctors Without Borders, seperti dikutip dari koran Daily Mail, Senin (9/1).
Menurut para relawan tersebut, orang bisa terkena hipotermia karena kedinginan akibat tidak memiliki alat penghangat.
"Sudah ada delapan orang yang hampir mengalami hipotermia karena ini," tambah mereka.
Ratusan migran dari berbagai daerah perang seperti Afghanistan dan Suriah membanjiri negara-negara di Eropa sejak 2015, termasuk di Prancis. Para imigran ini banyak yang ingin mencoba pergi ke Inggris, di mana mereka bisa mendapatkan klaim suaka.
Namun, kebanyakan dari mereka tertahan karena beberapa negara menutup gerbang perbatasan. Karenanya, para pengungsi ditampung di berbagai kamp pengungsian, salah satunya di Calais. Sekitar 10 ribu imigran tinggal di kemah pengungsi Calais.
(mdk/che)