LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

COVAX PBB Kurangi Jatah Vaksin untuk Korea Utara

Berdasarkan situs yang dikelola Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), vaksin yang dialokasikan untuk Korut saat ini 1,54 juta dosis atau turun dari jumlah tahun lalu yaitu 8,11 juta dosis.

2022-02-10 17:17:52
Korea Utara
Advertisement

Program berbagi vaksin global COVAX mengurangi jatah vaksin yang dialokasikan untuk Korea Utara, karena negara itu sejauh ini gagal mengatur pengiriman vaksin COVID-19.

Berdasarkan situs yang dikelola Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), vaksin yang dialokasikan untuk Korut saat ini 1,54 juta dosis atau turun dari jumlah tahun lalu yaitu 8,11 juta dosis.

Menurut Aliansi Vaksin Gavi yang membantu menjalankan distribusi vaksin, tahun ini COVAX mulai mengalokasikan vaksin berdasarkan kebutuhan, sehingga akumulasi dosis yang sebelumnya dialokasikan ke Korut tidak lagi relevan.

Advertisement

"Vaksin dialokasikan ke (Korea Utara) dengan pertimbangan teknis untuk memungkinkan negara tersebut mengejar target imunisasi internasional pada 2022 jika pemerintah memutuskan untuk memperkenalkan imunisasi COVID-19 sebagai bagian dari respons pandemi nasional," kata juru bicara Gavi dalam sebuah pernyataan kepada Reuters, Kamis, seperti dilansir Antara.

Tidak diketahui apakah Korut telah mengimpor vaksin COVID-19, meskipun media melaporkan beberapa orang penting seperti pejabat kontrol perbatasan, mungkin telah divaksin.

Tahun lalu Korut menolak rencana pengiriman vaksin AstraZeneca oleh COVAX karena kekhawatiran akan efek samping, kata sebuah lembaga pemikir Korea Selatan saat itu.

Advertisement

Pyongyang juga menolak tawaran 3 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech China, kata UNICEF tahun lalu.

"Gavi dan COVAX melanjutkan dialog dengan (Korea Utara) untuk mengoperasionalkan program imunisasi COVID-19," kata juru bicara Gavi.

Korut belum secara resmi mengonfirmasi satu pun infeksi virus corona, meskipun para pejabat di Korsel dan Amerika Serikat meragukan bahwa negara itu bebas dari COVID.

Korut adalah salah satu negara pertama yang menutup perbatasan ketika pandemi mulai menyebar pada 2020, dan baru bulan lalu mulai mengizinkan beberapa kereta melintasi perbatasan dengan China.

Parlemen Korut menyetujui peningkatan 33,3 persen anggaran belanja untuk mengatasi pandemi tahun ini, menurut laporan media pemerintah pada Selasa (8/2).

"Pekerjaan pencegahan epidemi darurat akan menjadi prioritas utama (Komisi) Urusan Negara dan tembok pencegahan epidemi akan lebih diintensifkan," kata Perdana Menteri Korut Kim Tok Hun dalam pidatonya.

Baca juga:
Laporan PBB: Program Rudal Korea Utara Dibiayai Kripto Curian
Pesan di Balik Video Propaganda Kim Jong-un Naik Kuda Putih Masuk Hutan dan ke Pantai
Istri Kim Jong-un Kembali Tampil di Depan Publik Setelah Lima Bulan
Korut Konfirmasi Uji Coba Rudal Hwasong-12 & Ambil Gambar dari Ruang Angkasa
Korea Utara Akui Serangkaian Uji Coba Rudal Saat Kim Jong Un Kunjungi Pabrik Senjata

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.