LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

CIA Selidiki Sindrom Misterius yang Jangkiti Diplomat dan Agen Intelijen Amerika

Mereka yang terkena sindrom mengungkap jika mereka mendengar suara-suara yang menusuk telinga.

2022-10-07 13:03:00
Amerika Serikat
Advertisement

Sejumlah diplomat dan agen intelijen Amerika Serikat (AS) yang ditugaskan di Havana, Kuba, kerap terjangkit sebuah sindrom yang menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari sakit kepala, vertigo, hingga cedera otak traumatis. Mereka yang terkena sindrom mengungkap jika mereka mendengar suara-suara yang menusuk telinga.

Bahkan salah satu korban menderita kanker langka terkait dengan paparan radiasi atau energi gelombang mikro. Mereka yang tidak kuat melawan sindrom itu lebih memilih pensiun dini.

Penyakit yang dinamakan Sindrom Havana itu hingga kini belum diketahui asal dan bagaimana penyebarannya. Ini memantik rasa ingin tahu pejabat-pejabat Badan Intelijen Pusat (CIA) AS.

Advertisement

Berbagai pejabat tinggi CIA mendatangi DPR AS dan Komite Senat Intelijen selama satu tahun terakhir untuk menyampaikan keingintahuan dan kekhawatiran mereka terhadap sindrom misterius ini. Namun CIA sendiri dinilai lamban dalam menyelidiki kasus misterius itu.

Para korban yang terjangkit penyakit ini dan komunitas intelijen AS pun frustrasi akibat gerak lambat CIA untuk mencari akar masalah meski sindrom itu telah muncul sejak enam tahun yang lalu.

“Tidak ada jawaban. Mereka telah melakukan banyak pekerjaan, secara harfiah menyebarkan setiap rangkaian gejala hingga sakit kepala dan tidak ada apa-apa. Tidak ada,” ungkap salah satu anggota Komite Intelijen tentang penyelidikan gugus tugas CIA, dikutip dari CNN, Jumat (7/1).

Advertisement

Pada laporan yang diterbitkan Januari lalu, CIA tidak dapat menjelaskan asal muasal sindrom itu. CIA hanya menyebut sindrom itu sebagai insiden kesehatan yang tidak wajar.

Namun sindrom itu ternyata tidak hanya berdampak kepada diplomat dan personel pemerintah AS di Kuba, tetapi juga dirasakan seluruh personel pemerintah AS yang ditempatkan di negara lain.

Keluhan pejabat-pejabat CIA dalam tiga tahun terakhir tak digubris. Akar masalah tidak terungkap. Korban pun mulai mengungkap hal ini ke publik.

Selama ini korban hanya diinformasikan bahwa sindrom ini disebabkan energi elektromagnetik yang berasal dari sumber eksternal. Para korban pun menilai pemerintah skeptis terhadap masalah ini.

“Dari apa yang saya lihat, ada banyak petunjuk yang signifikan dan kredibel yang sejauh pengetahuan kami tidak ditangani oleh badan tersebut (CIA). Aduan yang dimasukkan klien saya ke dalam sistem — dan mereka tidak menindaklanjutinya. Bagi saya, di sinilah mereka harus bertanggung jawab untuk menjelaskan alasannya,” jelas Mark Zaid, seorang pengacara korban.

CIA membantah jika satgas mereka tidak menyelidiki sindrom itu dan mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan skala penuh dan agresif untuk mengetahui sindrom itu.

Direktur CIA, William Burns menjelaskan jika badan intelijen yang dipimpinnya telah melakukan investigasi.

“Kami telah mengumpulkan tim besar yang terdiri dari beberapa petinggi terbaik kami yang berfokus secara eksklusif pada masalah ini, dan kami mengikuti setiap petunjuk. Saya sangat percaya pada profesionalisme orang-orang, yang berasal dari CIA dan Komunitas Intelijen yang lebih luas, yang menjalankan misi ini, dalam komitmen mereka terhadap objektivitas dan dalam temuan yang telah mereka capai hingga saat ini,” jelas Burns.

CIA menjelaskan jika penyelidikan terhadap ‘anomalous health incidents’ atau kejadian anomali kesehatan (AHIs) masih merujuk pada energi elektromagnetik.

Pemerintahan Presiden Joe Biden pun diminta untuk menyelidiki kasus sindrom ini. Dua anggota senator AS, Jeanne Shaheen dan Susan Collins mendorong agar pemerintahan Biden mendeklasifikasi laporan-laporan terkait penyelidikan sindrom misterius kepada publik.

Selama tiga tahun, gugus tugas CIA menyelidiki kasus sindrom ini. Mereka menganggap jika ada campur tangan negara lain atas kemunculan sindrom misterius itu.

CIA juga menjelaskan bahwa mereka menyelidiki semua kasus terkait Sindrom Havana itu pada seluruh kantor AS di dunia. Mereka pun meminta agar seluruh personel pemerintah yang merasa terkena sindrom itu untuk melaporkan diri.

Laporan pun datang, mulai dari personel yang ditempatkan di Bogota, Kolombia hingga Wina, Austria. Mereka yang melapor tidak tahu jika personel pemerintah AS di tempat lain juga terkena sindrom yang sama.

Tetapi laporan sindrom misterius itu di tahun ini menurun, namun tidak menurunkan kinerja penyelidikan.

Awal tahun ini, CIA mulai memberi dana kompensasi kepada para korban. Namun banyak korban sindrom mengalami kesulitan untuk mendapat dana kompensasi itu karena birokrasi yang berbelit-belit.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan

Baca juga:
Joe Biden Terekam Berkata Kasar Ketika Kunjungi Korban Bencana di Florida
Diborgol di Dalam Mobil Polisi Lalu Ditabrak Kereta, Perempuan Ini Masih Selamat
Surat yang Pernah Dikirim Kim Jong Un ke Donald Trump Hilang
Amerika Ketar Ketir Hadapi Perang Dunia Maya dengan China
Korut Kecam Keras AS karena Dituduh Jual Senjata ke Rusia
Joe Biden Umumkan Pandemi Covid Berakhir
Joe Biden Sebut Pasukan AS akan Bantu Taiwan Jika Diserang China

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.