CIA akui intelijennya mudah terlacak teknologi di 30 negara
CIA akui intelijennya mudah terlacak teknologi di 30 negara. Badan intelijen Amerika Serikat (CIA) mengakui sedikitnya 30 negara mampu melacak keberadaan agen intelijen mereka menggunakan kecanggihan teknologi.
Badan intelijen Amerika Serikat (CIA) mengakui sedikitnya 30 negara mampu melacak keberadaan agen intelijen mereka menggunakan kecanggihan teknologi.
Wakil Direktur CIA Divisi Sains dan Teknologi, Dawn Meyerriecks, mengungkapkan kabar itu dalam konferensi intelijen di Tampa, Florida kemarin. Dia mengatakan pemerintah negara lain sudah mengandalkan teknologi digital dan tidak lagi menggunakan pelacakan fisik untuk memantau pergerakan agen intelijen.
Menurut dia, kamera pengawas (CCTV) dan infrastruktur nirkabel sudah bisa sedemikian mudah melacak keberadaan agen intelijen.
"Singapura sudah melakukannya bertahun-tahun," kata dia, tanpa menyebut negara lain lagi, seperti dilansir laman Press TV, Senin (23/4).
Buat mengatasi itu, kata Meyerriecks, CIA tengah menjalankan 140 proyek kecerdasan buatan yang diharapkan bisa lebih melindungi intelijen di luar negeri.
Dalam salah satu proyek, tim ahli CIA mengambil sejumlah kamera pengawas dan memasangkannya dengan mesin pembaca dan algoritma kecerdasan buatan untuk membuat peta kamera di salah satu ibu kota negara yang sulit diakses agen intelijen, kata Meyerriecks.
Dengan begitu para agen bisa mengetahui apakah mereka sudah terlacak dan bagaimana cara mereka untuk menghindarinya.
Menurut pejabat CIA itu proyek ini termasuk prioritas utama CIA di masa ketika Rusia mengusir para diplomat AS sebagai balasan diplomat mereka diusir oleh AS.
Proyek ini juga penting untuk melawan China karena sejumlah intelijen AS di Negeri Tirai Bambu kerap terbunuh atau hilang.
Baca juga:
Direktur CIA Mike Pompeo diam-diam bertemu Kim Jong-un di Korut
Gina Haspel, direktur CIA baru yang gemar siksa tahanan terorisme
Pengamat sebut CIA alat AS dalam merusak demokrasi di negara lain
Cerita bagaimana AS campur tangan dalam pemilu di berbagai negara
Badan-badan intelejen AS bersatu 'usir' Huawei dari negeri Paman Sam
Kepala CIA bantah terlibat demonstrasi antipemerintah di Iran