LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Cerita WNI di AS tak rasakan ada diskriminasi usai Trump dilantik

WNI di AS tak rasakan ada diskriminasi usai Trump dilantik. Meski demikian, mereka mengaku perintah eksekutif Donald Trump soal pelarangan warga dari tujuh negara muslim masuk ke AS membuat khawatir.

2017-02-10 13:50:00
WNI
Advertisement

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan segala kebijakan barunya telah menimbulkan berbagai kontroversi bagi masyarakat lokal maupun dunia. Khususnya kebijakan Trump yang seolah antimuslim hingga melarang warga tujuh negara mayoritas muslim masuk ke AS.

Kendati demikian, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, sampai saat ini Indonesia belum mendapat pengaruh signifikan terkait kebijakan tersebut. Hal ini diungkapkan langsung oleh warga negara Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di AS, Testriono.

"Perintah eksekutif Presiden Trump memang menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi kami, khususnya para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di AS," ujar Testriono saat dihubungi melalui telewicara di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (10/2).

Advertisement

"Namun yang perlu kami tegaskan, sampai sejauh ini, belum ada kasus yang membuat kami merasa didiskriminasi oleh pemerintah maupun warga AS sejak Trump dilantik. Kami di sini tetap bisa beraktivitas seperti biasa, belajar, dan tetap terjamin dari segi keamanan," sambungnya.

Testriono menuturkan, dia beserta keluarga yang diboyong ke AS tetap diperlakukan dengan setara tanpa dibedakan secara ras, suku, maupun agama. Bahkan dalam rangka menjamin keselamatan warga asing, pemerintah AS tetap memastikan bantuan apabila sedang terancam bahaya.

"Jaminan keamanan dari otoritas setempat tetap ada. Kami tetap bisa menghubungi 911 apabila sedang berada dalam bahas. Yang jelas, apabila segala dokumen yang kita miliki lengkap dan resmi kita tetap diperlakukan sama," paparnya.

Advertisement

Pria yang menimba ilmu di Universitas Illinois fakultas Departemen Ilmu Politik jurusan Komperatif Politik dan Praktik Administrasi ini menyebut selama tidak menimbulkan keributan berarti di AS, keamanan mahasiswa Indonesia akan tetap terjamin.

"Selama kita tetap bisa menjaga diri dan mematuhi hukum yang berlaku, kita pasti aman di negeri ini," pungkasnya.

(mdk/che)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.