Cara penanganan mobil koruptor di Indonesia dengan Filipina
Tindakan tegas diperlukan untuk membasmi para koruptor. Salah satunya perampasan barang milik koruptor. Indonesia dan Filipina melakukan itu, namun ada perbedaan cara penanganannya. Inilah perbedaannya.
Tindakan korupsi masih merajalela di beberapa negara, termasuk Indonesia. Diperlukan tindakan tegas, keseriusan dan hukuman yang membuat jera, agar korupsi tak lagi terulang. Salah satu tindakan dalam memberantas korupsi adalah menyita barang mewah milik para koruptor yang mereka beli dari uang kotornya.
Di Indonesia dan Filipina memiliki cara berbeda untuk "menentukan nasib" barang-barang sitaan milik para koruptor tersebut, terutama kendaraan. Berikut perbedaannya:
Kendaraan hasil rampasan milik koruptor di Indonesia
Hukuman para koruptor tak hanya di penjara, tapi barang-barang mereka juga dirampas atau disita. Barang-barang tersebut disimpan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). Mobil-mobil mewah itu nantinya akan dilelang.
Tentu ada syarat dan ketentuan berlaku untuk bisa mengikuti lelang ini. Menurut informasi yang beredar, lelang ini dilakukan untuk membantu membayar kerugian negara, sesuai putusan pengadilan.
Kendaraan hasil korupsi di Filipina
Berbeda dengan di Indonesia, "perlakuan" Filipina pada barang-barang milik para koruptor lebih kejam. Presiden Filipina Rodrigo Duterte memerintahkan agar puluhan kendaraan mewah senilai jutaan dolar dihancurkan. Bahkan dia menyaksikan secara langsung ketika buldoser menghancurkan 76 mobil dan motor hasil selundupan, termasuk di antaranya Lamborghini, Mercedes-Benz, Porsche dan Harley-Davidson.
Duterte sendiri memilih untuk menghancurkan kendaraan-kendaraan mewah itu daripada menjualnya adalah karena lelang justru akan memungkinkan sindikatnya ikut menawar melalui perantara.
Duterte ancam koruptor
Duterte pernah mengaku melempar penculik dari sebuah helikopter saat menjabat sebagai Walikota Davao. Dan perlakuan itu bisa diulangi untuk membasmi korupsi, dengan melemparkan koruptor dari helikopter. "Jika kalian korupsi, aku akan menjemputmu dengan helikopter, lalu aku akan melemparmu keluar saat kita menuju Manila," ucap Duterte.
"Saya sudah pernah melakukam itu, kenapa tidak saya melakukannya lagi," tegasnya.