Buku 'Fire and Fury' buru-buru dicetak lebih banyak
Buku 'Fire and Fury' buru-buru dicetak lebih banyak. Henry Holt, penerbit buku "Fire and Fury: Inside the Trump White House" karya Michael Wolff tidak bisa mencetak buku tersebut dengan cepat. Namun pesanan di toko Amazon, Barnes & Noble sudah menumpuk.
Henry Holt, penerbit buku "Fire and Fury: Inside the Trump White House" karya Michael Wolff tidak bisa mencetak buku tersebut dengan cepat. Namun pesanan di toko Amazon, Barnes & Noble sudah menumpuk. Seorang sumber mengatakan kepada CNN Money, penerbit buku itu kini sedang bergegas mencetak buku itu lebih banyak.
Menurut Juru Bicara Henry Holt, mereka saat ini belum mengetahui sudah berapa banyak angka penjualan 'Fire and Fury' tapi buku yang mengulas tentang kiprah Presiden Donald Trump di Gedung Putih itu sudah menjadi buku nomor satu paling laris di Amazon sejak Rabu lalu ketika sejumlah kutipan buku beredar di Internet.
Tak hanya berbentuk buku, edisi e-book juga bisa didapatkan kapan saja. Namun untuk pengirim buku fisik dengan sampul keras masih tertunda. Amazon sudah berpesan agar pelanggan mau menunggu 2 sampai 4 minggu sampai buku itu tiba ke tangan mereka.
Buku Fire and Fury awalnya dijadwalkan terbit pada Selasa lalu namun ketika isi buku itu bocor ke publik, Trump berusaha mencegah buku itu beredar dengan surat cegah tangkal. Henry Holt kemudian mempercepat penerbitan buku itu maju empat hari.
Sejumlah toko buku diizinkan menjual buku ini mulai Jumat namun mereka tidak mendapat pasokan tepat waktu dari Henry Holt.
Akhirnya mereka terpaksa menyiapkan daftar tunggu, karena pelanggan lebih memilih ingin membaca langsung buku fisik ketimbang melalui e-book.
Di kalangan wartawan buku 'Fire and Fury' ini juga jadi barang 'panas'. Sejumlah jurnalis saling membagikan salinan buku ini ke sesama mereka.
Selain itu masalah pembajakan juga muncul. Sejumlah pengguna media sosial mengaku mereka melihat banyak salinan ilegal buku ini beredar.
Menerbitkan buku sebetulnya lebih ke persoalan seni ketimbang ilmu pasti dan sejumlah perusahaan penerbitan hanya menggunakan tolak ukur dugaan untuk memenuhi berapa banyak kira-kira pembaca yang berminat pada buku yang akan terbit. Sayangnya, beberapa pengamat menduga keputusan Henry ini meremehkan minat pelanggan yang ada.
"(Penundaan pengiriman ke Amazon) sangat buruk, sangat buruk," kata editor bagian World Book Washington Post Ron Charles.
Menurut sumber di penerbitan, Henry Holt bergegas mencetak buku lebih banyak di awal ketika buku belum tebrit karena mereka tahu buku ini akan meledak.
Baca juga:
Sederet klaim mengejutkan tentang Trump dalam buku 'Fire and Fury'
Trump hobi makan McD karena takut diracun
Bannon tarik ucapan sebut anak Trump pengkhianat dalam buku Fire & Fury
Siapa Michael Wolff, jurnalis penulis buku tentang Trump yang bikin geger AS?
Tanggapi buku 'Fire and Fury', Trump sebut dirinya sangat cerdas
Buku terbaru tentang kiprah Trump di Gedung Putih bikin heboh AS