LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Bukan teror, ini motif sebenarnya bomber bus tim Borussia Dortmund

Bukan teror, ini motif sebenarnya bomber bus tim Borussia Dortmund. Pasukan elite kepolisian berhasil membekuk seorang keturunan Rusia-Jerman yang diduga pelaku tunggal serangan bom tim sepakbola Borussia Dortmund. Ternyata motifnya teror, melainkan masalah finansial.

2017-04-22 14:04:28
ledakan bom
Advertisement

Pasukan elite kepolisian berhasil membekuk seorang keturunan Rusia-Jerman yang diduga pelaku tunggal serangan bom tim sepakbola Borussia Dortmund. Ternyata motifnya teror, melainkan masalah finansial.

Dilansir AFP, Sabtu (22/4), lelaki bernama Sergej W sebelumnya sempat membeli saham tim sepakbola tersebut beberapa hari sebelum serangan. Jaksa penuntut menyebutkan, pelaku berharap harga saham itu langsung jatuh ketika sebuah serangan bom menghajar bus tim sesaat sebelum pertandingan berlangsung.

"Tuduhannya adalah pelaku melakukan serangan tersebut terhadap bus tim," ujar jaksa setelah pasukan elite polisi GSG 9 menangkap Sergej di Tuebingen, sebelah barat daya kota Stuttgart.

Dalam kejadian itu, tiga ledakan bom terjadi saat bus tim sepakbola tersebut melintas dari hotel menuju stadion pada 11 April lalu. Saat itu, Borussia Dortmund akan menjalani pertandingan lanjutan Liga Champion menghadapi AS Monaco.

Ledakan itu mengenai kaca bus dan melukai pesepakbola Spanyol, Marc Bartra (26) dan membuat lengannya patah. Sementara, seorang petugas kepolisian yang mengawal bus tersebut mengalami cedera di bagian telinganya akibat berada di dekat ledakan.

"Dia dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan, memasang bahan peledak dan menyebabkan cedera fisik serius," lanjutnya.

Pelaku mengaku tinggal di hotel yang sama dengan tim sepakbola Dortmund, yakni Hotel L’Arrivee. Dari kamarnya, dia bisa memantau langsung pergerakan bus dan menekan picu yang menyebabkan tiga ledakan tersebut. Usai kejadian, dia berharap saham tim segera turun.

Saat itu, 15 ribu saham akan dijual dengan harga yang ditentukan pada 17 Juni, dengan jatuhnya harga saham yang menjanjikan keuntungan tinggi.

"Kejatuhan harga secara signifikan telah diharapkan sebelumnya, sebagaimana hasil serangan tersebut, para pemain mengalami cedera serius atau bahkan terbunuh," ungkap jaksa.

Sementara, Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere mengaku telah mendapatkan konfirmasi mengenai motif tersebut, di mana pelaku berencana membunuh satu tim untuk memanipulasi bursa saham.

Fakta ini menghapus semua tudingan dari sejumlah media yang menyebut Islam radikal harus bertanggungjawab atas serangan itu. Apalagi, pelaku juga sempat meninggalkan tulisan dalam bahasa Arab.

Sergej diduga telah mengambil pinjaman sebesar belasan ribu euro untuk membayar saham tersebut, kebanyakan dia beli secara daring dari alamat IP hotel. Kini, polisi telah menggandeng ahli keuangan untuk menghitung jumlah yang akan didapatkan Sergej jika harga saham Borussia Dortmund hancur.

Baca juga:
Pengebom bus pesepakbola sempat beli saham Dortmund & makan steak
Pelaku pengeboman bus Borussia Dortmund ditangkap
Ledakan bom di Yunani hancurkan sejumlah bangunan di pusat kota
Tokoh utama di balik peledakan bom di St Petersburg ditangkap
Bom ledakkan bus pembawa pengungsi di Suriah, 68 anak tewas

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.