Brasil Tolak Impor Vaksin Covid-19 Buatan India
Pemerintah Brazil menandatangani kontrak bulan lalu untuk membeli 20 juta dosis Covaxin dan Bharat Biotech yang diterapkan untuk penggunaan darurat vaksin di Brazil pada 8 Maret.
Regulator kesehatan Brazil Anvisa pada Rabu menolak permintaan dari pemerintah untuk mengimpor dosis Covaxin, vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh laboratorium India Bharat Biotech, dengan alasan kurangnya data keamanan dan dokumentasi.
"Importir tidak menunjukkan semua dokumen yang dipersyaratkan undang-undang," kata anggota dewan Anvisa Alex Machado Campos, seperti dilansir laman Antara mengutip Reuters, Kamis (1/4).
Pemerintah Brazil menandatangani kontrak bulan lalu untuk membeli 20 juta dosis Covaxin dan Bharat Biotech yang diterapkan untuk penggunaan darurat vaksin di Brazil pada 8 Maret.
Namun, Anvisa mengatakan vaksin tersebut tidak memenuhi standar produksi.
Bharat dan mitranya dari Brazil, Precisa Medicamentos, mengatakan mereka akan memberikan semua dokumentasi yang diperlukan oleh Anvisa kepada Kementerian Kesehatan, dan kemudian akan menjadi tanggung jawab kementerian untuk memutuskan apakah akan mengajukan permintaan baru dengan regulator.
Kedua perusahaan itu juga mengatakan mereka melakukan "segala upaya untuk mematuhi keputusan Anvisa dan menyesuaikan prosedur dan teknik" yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan. Mereka mengatakan bahwa sekitar 20 juta dosis Covaxin telah diproduksi dan disebarkan "tanpa ada kejadian serius yang dilaporkan hingga saat ini."
Baca juga:
Macron Perintahkan Lockdown di Seluruh Prancis, Sekolah Ditutup
Covid-19 Perburuk Tingkat Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan di Seluruh Dunia
Pfizer-BioNTech Sebut Vaksinnya 100 Persen Efektif Bagi Usia 12-15 Tahun
Rusia Daftarkan Vaksin Covid-19 untuk Hewan, Bisa untuk Anjing dan Kucing
WHO Serukan Penyelidikan Kemungkinan Virus Corona Berasal dari Kebocoran Laboratorium
Dua Menteri Brasil Mengundurkan Diri dalam Satu Hari
WHO: Covid Kemungkinan Ditularkan Dari Kelelawar ke Manusia Melalui Hewan Lain
Sekjen PBB Kritik Negara Kaya yang Simpan “Cadangan” Vaksin Covid-19