Botswana Klaim Tidak Ada Lonjakan Kasus Rawat Inap Akibat Varian Omicron
Varian tersebut telah dilaporkan bermunculan di sedikitnya 57 negara.
Botswana mengeklaim bahwa tidak terjadi lonjakan pasien rawat inap meski menjadi salah satu negara pertama yang mendeteksi virus corona varian Omicron, kata Menteri Kesehatan Edwin Dikoloti pada Rabu, seperti dilansir Antara mengutip Reuters, (8/12).
Dikoloti juga mengatakan bahwa pemerintah telah memvaksin 71 persen dari 1,3 juta populasi dengan dosis lengkap.
Kemunculan varian dengan mutasi tinggi tersebut mengejutkan kalangan ilmuwan dan pemerintah.
Omicron diperkirakan bakal menjadi varian dominan karena penularannya yang tinggi.
Varian tersebut telah dilaporkan bermunculan di sedikitnya 57 negara.
"Saat ini kami hanya memiliki satu pasien di ICU. Namun, ada kecenderungan yang kami perhatikan bahwa orang-orang yang mengalami penyakit serius adalah mereka yang belum disuntik vaksin," kata Dilikoti saat konferensi pers.
Baca juga:
Penelitian: Pandemi Bikin Orang Kaya Makin Kaya, Orang Miskin Makin Susah
Rumah Sakit di Korsel Mulai Kewalahan Setelah Kasus Covid Capai 7.000 Lebih Per Hari
WHO: Vaksin yang Ada Saat Ini Mampu Atasi Varian Omicron
Ilmuwan AS: Varian Omicron Hampir Pasti Tidak Lebih Parah dari Delta
Pembuat Vaksin Peringatkan Pandemi Berikutnya Bisa Lebih Mematikan daripada Covid-19
Omicron Lebih Mudah Menular tapi Mungkin Tak Menimbulkan Sakit Lebih Parah
Ilmuwan: Varian Omicron Kemungkinan Muncul dari Pasien HIV