Bos Starbucks pensiun, diisukan akan ikut bursa Capres AS 2020
Pria berusia 64 tahun itu mengatakan kepada The New York Times, belum mengetahui langkah apa yang akan diambil usai pensiun. Tetapi ia mengaku sangat memperhatikan kondisi negara dan mengaku prihatin.
Bos kedai kopi Starbucks asal Amerika Serikat, Howard Schultz mengumumkan pada hari Senin (4/6) bahwa dia pensiun dari perusahaan. hal ini memicu spekulasi kemungkinan ia akan mencalonkan sebagai Presiden AS pada 2020.
Schultz bergabung dengan Starbucks pada tahun 1982 sebagai direktur operasi dan pemasaran. Mengubah perusahaan yang berbasis di Seattle itu, menjadi raksasa global dengan lebih dari 28.000 outlet di 77 negara.
Ia dikabarkan akan meninggalkan perusahaan pada akhir bulan ini. Namun memegang jabatan sebagai kepala emeritus, kata Starbucks dalam sebuah pernyataan, dikutip dari AFP, Selasa (5/6).
Pria berusia 64 tahun itu mengatakan kepada The New York Times, belum mengetahui langkah apa yang akan diambil usai pensiun. Tetapi ia mengaku sangat memperhatikan kondisi negara dan mengaku prihatin.
Kemungkinan Schultz mempertimbangkan terjun ke dunia politik melalui Partai Demokrat.
Schultz pernah secara terbuka mengkritik Presiden Donald Trump, mengatakan, "Salah satu hal yang ingin saya lakukan di masa depan, memikirkan berbagai opsi termasuk pelayanan publik," katanya.
"Saya ingin melayani negara, tetapi itu tidak berarti saya harus mencalonkan diri sebagai pejabat publik," kata Schultz, saat ditanya keinginannya menjadi presiden.
Baca juga:
Muhammadiyah dan ormas Malaysia ajak boikot Starbucks yang pro LGBT
Starbucks tambah 12.000 gerai baru
Pria Inggris ini koleksi 409 cangkir Starbucks dari seluruh dunia
Tiang reklame jatuh timpa Starbucks di Bandara Sultan Hasanuddin
Starbucks digugat Rp 5 miliar karena pakai es batu terlalu banyak
Pembeli protes, usai ngopi di Starbucks dipaksa nyumbang Rp 1.000