Bos Alibaba Jack Ma Akui Gabung Partai Komunis China
Keanggotaan Ma belum diketahui secara luas sampai sekarang. Hal itu disebabkan oleh saran dari orang terkaya China lainnya yang menilai lebih baik Ma tidak ikut terlibat dalam dunia politik China.
Pendiri kerajaan bisnis e-commerce Alibaba, Jack Ma, diketahui telah bergabung dengan Partai Komunis China. Orang terkaya di Negeri Tirai Bambu itu kini menjadi anggota dari partai dengan 89 juta pengikut tersebut.
Ma memang bukan kapitalis super kaya pertama yang diketahui bergabung dengan partai tersebut. Sebelumnya, pendiri perusahaan properti raksasa di China, Xu Jiayin, dan pendiri Wanda Group, Wang Jianlin, juga bergabung dengan partai itu.
Namun, keanggotaan Ma belum diketahui secara luas sampai sekarang. Hal itu disebabkan oleh saran dari orang terkaya China lainnya yang menilai lebih baik Ma tidak ikut terlibat dalam dunia politik China.
"Ma adalah anggota partai yang telah memainkan peran penting dalam mendorong prakarsa infrastruktur perdagangan global Belt and Road China, sebuah proyek yang dibuat oleh Presiden Xi Jinping," demikian dilaporkan surat kabar Harian Rakyat China, dikutip dari Asia One, Rabu (28/11).
"Dia juga dihormati sebagai salah satu pembangun sosialisme terkemuka dengan karakteristik di China provinsi Zhejiang, di mana Alibaba berasal," tambah laporan itu.
Bergabung dengan partai di China berarti membantu pengusaha swasta untuk menavigasi lingkungan bisnis yang rumit, di mana sumber ekonomi yang dimiliki pemerintah mendominasi banyak industri dan bisnis swasta lain.
Di negara tersebut juga seorang pemimpin perusahaan membutuhkan dukungan Partai Komunis untuk memperkaya diri dan bertahan hidup. Ini merupakan hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain.
Baca juga:
Jack Ma: Perang dagang AS-China adalah hal paling bodoh
Ini sifat pekerja yang dicari pengusaha sukses seperti Jack Ma
Alibaba punya program SDM, Indonesia jadi negara pertama
Jack Ma sebut bakal bangun tempat pelatihan SDM teknologi di Indonesia
Jack Ma akan bangun sekolah berbasis teknologi di Indonesia
Ini strategi Jack Ma majukan ekonomi digital di Indonesia