Bom meledak dalam warnet di Filipina, 1 orang tewas
Namun aparat menduga Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsamoro (BIFF), yang berafiliasi dengan ISIS sebagai pelaku serangan tersebut.
Sebuah bom meledak di warung internet (warnet) di Isulan, Filipina selatan, menewaskan satu orang dan mencederai 15 orang lainnya. Ini merupakan ledakan mematikan kedua dalam beberapa hari terakhir di kota tersebut.
Pasukan keamanan menduga pelakunya masih berada di dalam pulau tersebut, "Kita percaya pelaku masih di dalam," ujar komandan divisi tentara Brigadir Jenderal Cirilito Sobejana, dilansir dari Aljazeera, Senin (3/9).
Isulan merupakan kota di pulau Mindanao yang mayoritas penduduknya beragam Kristen. Sejauh ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Namun aparat menduga Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsamoro (BIFF), yang berafiliasi dengan ISIS sebagai pelaku serangan tersebut.
"Tidak ada kelompok lain berani melakukan pengeboman dan tidak ada kelompok lain ingin mengebom tanpa alasan," katanya.
BIFF juga dituding sebagai pelaku pengeboman pada Selasa lalu yang menewaskan tiga orang serta melukai lebih dari 30 orang.
Mindanao merupakan wilayah tempat banyak warga minoritas Muslim berada.
BIFF merupakan pecahan kelompok Muslim separatis, yang pada 2014 menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah untuk mengakhiri konflik 50 tahun di wilayah selatan Filipina, yang sebagian besar penduduknya beragama Katolik.
Sekitar 120.000 orang tewas dan dua juta lagi mengungsi selama perang yang sudah berlangsung 50 tahun itu.
Baca juga:
Duterte: Selama ada perempuan cantik akan selalu ada pemerkosaan
Duterte sebut Filipina lebih baik dipimpin oleh diktator
3 Ketakutan para kepala negara di dunia soal pembunuhan
Duterte marah besar dilarang AS beli senjata militer ke Rusia
Duterte ancam bunuh polisi korup dan terlibat bisnis narkoba
Bom mobil di Filipina, Kapolri sebut pelaku diduga WN Maroko