Bom bunuh diri meledak di masjid Nigeria saat salat Subuh, 50 jemaah tewas
Bom bunuh diri meledak di masjid Nigeria saat salat Subuh, 50 jemaah tewas. Sedikitnya 50 orang tewas dalam insiden bom bunuh diri yang terjadi di sebuah masjid di kota Mubi, Negara Bagian Adamawa, Nigeria. Bom tersebut meledak dari sebuah mobil dan membunuh jemaah Masjid Adamawa saat salat subuh.
Sedikitnya 50 orang tewas dalam insiden bom bunuh diri yang terjadi di sebuah masjid di kota Mubi, Negara Bagian Adamawa, Nigeria. Bom tersebut meledak dari sebuah mobil dan membunuh jemaah Masjid Adamawa saat salat subuh.
"Sejauh ini setidaknya 50 orang tewas akibat serangan bom bunuh diri di sebuah masjid di Mubi," kata juru bicara kepolisian, Othman Abubakar, seperti dilansir dari laman Business Standard, Selasa (21/11).
Abubakar mengatakan serangan bom bunuh diri ini ada kaitannya dengan kelompok militan di Nigeria, Boko Haram.
"Seorang anak laki-laki sekitar usia 17 tahun memakai rompi bom dan masuk ke dalam masjid bersama para jemaah," kata Abubakar, seperti dikutip stasiun televisi TV360.
Sementara itu, gubernur setempat, Muhammad Umar Jibrilla Bindow, langsung menyatakan kecaman atas peristiwa tersebut meski rincian peristiwa masih diselidiki pihak kepolisian.
Melalui sebuah pernyataan resmi, Bindow menegaskan bahwa insiden tersebut merupakan tindakan kejahatan yang dilakukan dengan tujuan menghancurkan perdamaian yang sudah didapatkan dengan susah payah di Muni dan negara bagian lain.
"Ledakan ini, tidak diragukan lagi, merupakan kemunduran terhadap kedamaian dan ketenangan yang baru didapat di Mubi akibat ulah Boko Hara," ujarnya, dikutip dari laman Daily Post.
Bindow pun menambahkan, pemerintah telah mengerahkan pihak berwenang untuk menjamin keamanan masyarakat di Mubi. Pihaknya tidak akan beristirahat sampai orang-orang yang berada di balik tindakan itu ditaklukkan.
"Kami akan terus memastikan bahwa rakyat terlindungi dan merasa aman. Ini merupakan tanggung jawab terpenting bagi pemerintah mana pun," janjinya.
"Kami juga telah melibatkan semua badan keamanan untuk memastikan bahwa tindakan jahat semacam ini tidak akan terulang kembali di negara bagian manapun," lanjutnya.
Sebagai tambahan, Bindow juga menyatakan akan memberi pelayanan medis yang memadai bagi semua korban yang terkena dampak. Selain itu, dia juga berharap bagi warga yang memiliki informasi terkait serangan itu untuk segera melaporkannya ke lembaga keamanan agar pelaku dan komplotannya segera ditangkap.(mdk/pan)