Bertemu Wapres AS, Raja Yordania inginkan Yerusalem Timur ibu kota Palestina
Bertemu Wapres AS, Raja Yordania inginkan Yerusalem Timur ibu kota Palestina. Keputusan Presiden Donald Trump memperkenalkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dinilai mengingkari kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang sudah ada sejak dua dekade.
Raja Abdullah II bin Al Hussein dari Yordania berharap Yerusalem Timur menjadi ibu kota Palestina di masa depan. Hal itu dikatakannya saat melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence di Amman, Yordania.
Kepada Mike Pence, Raja Abdullah memberikan usul untuk solusi penyelesaian konflik Israel dan Palestina, yaitu satu negara dibagi dua, seperti dilansir dari laman Middle East Monitor, Senin (22/1).
Yordania sudah kehilangan Yerusalem Timur dan Tepi Barat, yang direbut Israel selama perang Arab-Israel tahun 1967.
Keputusan Presiden Donald Trump memperkenalkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dinilai mengingkari kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang sudah ada sejak dua dekade. Yakni status kota ini harus dibicarakan dengan masyarakat Palestina, yang ingin Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka.
Raja Abdullah mengatakan, langkah AS dapat mengobarkan radikalisme. Bahkan menyulut amarah muslim dan kristen.
"Bagi kami Yerusalem adalah kunci bagi umat muslim dan kristen, sama seperti Yahudi. Kuncinya perdamaian di wilayah ini, dan mengizinkan umat muslim untuk melawan beberapa sumber penyebab radikalisasi," kata Raja Abdullah.
Raja Abdullah II menyebut Washington sedang membangun kepercayaan dan keyakinan. Namun Yordania melihat konflik Israel dan Palestina sebagai sumber ketidakstabilan utama di wilayah tersebut.
"Kami berharap AS bisa menjangkau dan menemukan cara yang tepat dalam situasi yang penuh tantangan ini," kata Raja Abdullah II.
Sementara itu, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menyatakan menghormati keputusan Raja Yordania tersebut. Kendati begitu, menurut Pence, Amerika Serikat ingin mempertahankan peran Yordania sebagai penjaga situs suci Yerusalem dan kembali menegaskan komitmen Washington untuk solusi perdamaian dua negara itu.
"Kami tidak memiliki posisi di perbatasan dan keputusan akhir. Masalah itu bisa dibicarakan." kata Pence.
Pence mengaku sering mendengar protes saat dia tiba di Amman. Dan dia setuju dengan ketidaksepakatan Raja Abdullah II terkait Yerusalem ibu kota Israel.
Baca juga:
Trump dikabarkan bakal pindahkan kedutaan AS ke Yerusalem tahun depan
Trump bantah Israel soal pindahkan kedutaan besar ke Yerusalem tahun ini
Palestina serukan ajakan boikot produk negara pindahkan kedutaan ke Yerusalem
Pengumuman Trump soal status Yerusalem tuai kecaman dunia di pengujung 2017
Arkeolog Israel klaim temukan stempel gubernur Yerusalem berusia 2.700 tahun
Nasib Yerusalem usai veto AS di sidang PBB
Netanyahu sebut AS bakal pindahkan kedutaan ke Yerusalem tahun ini