Bertemu capres Prancis, Putin bantah ingin pengaruhi pemilu
Bertemu capres Prancis, Putin bantah ingin pengaruhi pemilu. Meski ada bahasan sedikit soal pilpres Prancis, namun pertemuan itu lebih difokuskan pada isu terorisme.
Presiden Rusia Vladimir Putin dan calon presiden Prancis Marine Le Pen bertemu di Kremlin pada Jumat kemarin. Usai bertemu Le Pen, Puti menegaskan dirinya tidak ingin memengaruhi pemilihan umum presiden Negeri Menara Eiffel.
Pertemuan berlangsung selama 90 menit dan difokuskan pada berbagai masalah global, salah satunya terorisme. Meski demikian, ada sedikit membahas soal pilpres Prancis.
"Kami tidak ingin memengaruhi peristiwa saat ini, namun kami berhak berkomunikasi dengan semua representatif kekuatan politik dari suatu negara, seperti mitra kami di Eropa dan Amerika Serikat," ujar Putin, dikutip dari Sky News, Sabtu (25/3).
Le Pen diketahui sering mengunjungi Rusia, meski kunjungan ini pertama kalinya bertemu Putin. Dia juga menjadi salah satu orang yang vokal menyuarakan hubungan lebih baik antara Prancis dan Rusia. Selain itu, Le Pen juga mendukung aneksasi Krimea dari Ukraina pada 2014.
Usai diskusi, Le Pen mengatakan salah satu langkah pertama jika menang pilpres adalah mengakhiri sanksi Uni Eropa atas Rusia karena krisis Ukraina. Dia membantah diskusikan dukungan finansial terhadap partainya agar menang dalam pilpres.
"Dia merepresentasikan negara berdaulat. Dia juga merepesentasikan visi baru. Rusia adalah dunia Vladimir Putin, Amerika Serikat dunia Trump," serunya.
Pekan lalu, rival terkuat Le Pen, Emmanuel Macron, bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin. Sejauh ini, Macron masih menjadi capres favorit berdasarkan sejumlah jajak pendapat. Macron diprediksi menang mudah jika ia dan Le Pen lolos ke putaran kedua.
Baca juga:
Mantan anggota parlemen Rusia tewas ditembak di Ukraina
Kritik Putin, mantan politikus Rusia ditembak mati di jalanan
Takut diserang Rusia, Swedia siapkan ratusan bunker anti nuklir
Rakyat Rusia paling sering bermimpi tentang Putin
Rusia minta penjelasan Dubes Israel soal jet tempur di Suriah