Bersama presiden Sudan, Jokowi serukan kebebasan Palestina
Kedua negara juga membahas peningkatan kerjasama ekonomi.
Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Sudan Omar Al-Bashir, di sela-sela KTT Luar Biasa OKI ke-5 mengenai Palestina dan Al Quds Al Sharif. Pertemuan tersebut membahas mengenai cara-cara bantu bebaskan Palestina dari Israel.
"Dukungan solidaritas kedua negara terhadap Palestina merupakan salah satu yang dibahas dalam bilateral ini," seperti dikutip keterangan pers, Senin (7/3).
Kedua negara juga membahas peranan lebih besar negara-negara Islam dalam proses perdamaian kedua negara. Sementara itu, untuk hubungan bilateral kedua negara dibahas mengenai peningkatan ekonomi dengan Sudan.
"Peningkatan ekonomi ini akan dijalankan dengan pembentukan Joint Business Council."
Sudan juga terus mendorong investor Indonesia untuk berinvestasi di Sudan. Selain itu, kerja sama saling dukung di forum internasional terus digalakkan kedua negara.
Hingga 2015, statistik perdagangan bilateral kedua negara mengalami surplus sebesar US$ 77,5 juta dari total US$ 78,2 juta. Produk unggulan Indonesia di Sudan berupa pakaian jadi, alas kaki, tas perlengkapan olahraga kertas, alat tulis, makanan, minuman, furnitur, komponen kendaraan, bahan bangunan, kosmetik, glycerin dan peralatan rumah tangga.
Di bidang investasi sendiri terdapat pabrik mie instan di kawasan industri, Khartoum. Ini merupakan hasil kerja sama salah satu perusahaan Indonesia dengan investor asal Arab Saudi dan Sudan.
Baca juga:
Palestina desak DK PBB cegah Israel kuasai seluruh Yerusalem
Wapres JK sebut Hamas-Fatah harus bersatu demi kemerdekaan Palestina
Dukung Palestina, produk Israel dilarang masuk ke negara peserta OKI
Presiden Palestina undang Jokowi ke Yerusalem
KTT OKI diharapkan bisa memberi aksi nyata bagi Palestina