Berjuang 5 tahun, akhirnya wanita Saudi bisa ikut pemilu
Sejak tahun 1930, Kerajaan Arab Saudi mempunyai aturan ketat terhadap wanita.
Kabar gembira untuk wanita Arab Saudi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka boleh ikut memilih dalam pemilihan umum.
Dilansir dari stasiun televisi CNN, Minggu (23/8), para wanita Saudi dapat berpartisipasi memilih pada pemilu akhir tahun ini. Sementara itu, pendaftaran calon pemilih sudah dilaksanakan sejak 22 Agustus kemarin.
"Ini merupakan tanda progresif dimana perempuan Saudi mulai dianggap ada," tulis Adam Coogle dari Asosiasi Hak Asasi Manusia.
Keputusan ini diambil oleh Raja Saudi, Raja Abdullah. Sedangkan para aktivis perempuan Saudi sejak 2011 sudah gencar meminta hak mereka sebagai pemilih.
Raja Abdullah sendiri memutuskan untuk memberikan kesempatan pada para wanita untuk memilih wakilnya. Dia beranggapan wanita memiliki kesempatan yang sama dengan lelaki.
Selain itu, pada 2013, Raja Abdullah menginstruksikan agar Dewan Konsultatif harus diisi setidaknya 20 persen wanita.
Sejak tahun 1930, Kerajaan Arab Saudi mempunyai aturan ketat terhadap wanita. Aturan tersebut tidak memberikan banyak kebebasan kepada wanita sesuai dengan ajaran Sunni.
Para wanita tidak diperbolehkan menyupir, tidak boleh pergi kemanapun tanpa muhrim, termasuk tidak boleh memberikan suara dalam pemilu.