Benarkah Putin Dibohongi Bawahan Soal Laporan Kondisi Sebenarnya Perang di Ukraina?
Direktur Komunikasi Gedung Putih Kate Bedingfield kemarin mengatakan kepada wartawan, AS meyakini "Putin selama ini diberi laporan salah tentang betapa buruknya kemampuan pasukan Rusia dan ekonomi Rusia yang lumpuh akibat sanksi negara Barat lantaran para penasihatnya terlalu takut untuk mengatakan yang sebenarnya."
Presiden Rusia Vladimir Putin dibohongi para penasihatnya yang takut memberikan laporan sebenarnya tentang kondisi pasukan Rusia di Ukraina dan dampak dari sanksi ekonomi terhadap negara itu. Demikian menurut penuturan sejumlah pejabat negara Barat.
Pernyataan dari para pejabat Amerika Serikat, Eropa dan Inggris kemarin itu muncul setelah perang Rusia-Ukraina berlangsung lebih dari satu bulan dan perundingan damai beberapa kali gagal mencapai kesepakatan dan perdamaian masih jauh.
Direktur Komunikasi Gedung Putih Kate Bedingfield kemarin mengatakan kepada wartawan, AS meyakini "Putin selama ini diberi laporan salah tentang betapa buruknya kemampuan pasukan Rusia dan ekonomi Rusia yang lumpuh akibat sanksi negara Barat lantaran para penasihatnya terlalu takut untuk mengatakan yang sebenarnya."
Laman Aljazeera, Kamis (31/3), temuan intelijen juga mengisyaratkan Putin kini mengetahui situasi soal informasi yang disampaikan kepadanya sehingga timbul "ketegangan" antara dirinya dengan sejumlah pemimpin militer.
Washington menyampaikan informasi ini untuk memperlihatkan konflik di Ukraina adalah "bentuk kesalahan strategis Rusia," kata Bedingfield.
Pemerintahan Biden kerap menyampaikan temuan intelijen AS sejak Rusia melancarkan operasi militer ke Ukraina pada 24 Februari lalu untuk mengajak sekutu Eropa mereka menangkal informasi hoaks dari Rusia.
Pihak Kremlin sejauh ini tidak berkomentar atas pernyataan AS itu.
Sebelumnya Kremlin membantah laporan AS yang menyebut pasukan Rusia mengalami kemunduran di Ukraina dan Putin sendiri mengatakan pada awal bulan ini, semua operasi berjalan sesuai rencana.
Apa yang disampaikan Bedingfield itu berasal dari seorang sumber pejabat AS yang tidak ingin diketahui identitasnya. Laporan ini didasari dari informasi intelijen meski mereka tidak merinci apa bukti-bukti yang memperkuat pernyataan itu.
Pejabat itu juga mengatakan komunitas intelijen menyimpulkan Putin tidak mengetahui bahwa militer Rusia mengerahkan tentara wajib militer di Ukraina.
Pejabat AS lainnya mengatakan informasi terbaru ini bisa mempersulit pertimbangan Putin.
"Informasi ini cukup berguna," kata si pejabat. "Apakah ini memperlihatkan ada pertikaian di tubuh militer? Ini bisa membuat Putin kembali mempertimbangkan siapa yang harus dia percayai."
Seorang diplomat Eropa mengatakan kepada Reuters, temuan intelijen AS itu sesuai dengan apa yang diperkirakan Eropa selama ini.
"Putin mengira semuanya berjalan baik-baik saja. Inilah masalahnya jika kita dikelilingi orang yang "asal bapak senang" saja," kata si diplomat.
Dua diplomat Eropa juga mengatakan kepada Reuters, tentara wajib militer Rusia diberi tahu bahwa mereka ikut serta dalam latihan militer, tapi mereka diminta menanda tangani sebuah dokumen sebelum invasi yang memperpanjang tugas mereka.
Jeremy Flemming, Kepala Markas Besar tentara Inggris, mengatakan, senada dengan pengamatan AS dan Eropa, Putin selama ini "salah kira" atas kemampuan militer Rusia.
"Kami yakin para penasihat Putin takut untuk mengatakan yang sebenarnya," kata Flemming.
(mdk/pan)