Benarkah Orang Zaman Dulu Umurnya Bisa Ratusan Tahun? Ini Kata Ilmuwan
Teks-teks kuno dari banyak kebudayaan menyebut umur atau masa hidup orang-orang dahulu tidak sama dengan manusia modern saat ini atau jauh lebih panjang. Benarkah demikian?
Teks-teks kuno dari banyak kebudayaan menyebut umur atau masa hidup orang-orang dahulu tidak sama dengan manusia modern saat ini atau jauh lebih panjang. Benarkah demikian?
Beberapa orang menyebut itu karena kesalahpahaman dalam proses penerjemahan, atau angka-angka tersebut memiliki makna simbolis.
Dalam Daftar Raja Sumeria berusia 4.000 tahun—yang mencantumkan pemerintahan raja-raja tunggal di Sumeria (Irak selatan kuno) melebihi 30.000 tahun dalam beberapa kasus—para analis menyebut hal tersebut terkait penggunaan bilangan kuadrat.
Daftar Raja tersebut menunjukkan penurunan rentang hidup yang stabil. Daftar ini membedakan antara pemerintahan pra-banjir dan pasca-banjir. Pemerintahan pra-banjir secara signifikan lebih lama daripada pasca-banjir, meskipun masa hidup pasca-banjir terbukti beberapa ratus tahun atau lebih dari 1.000 tahun. Dalam Alkitab, kita melihat penurunan progresif dari generasi ke generasi dari kehidupan Adam 930 tahun, ke kehidupan Nuh 500 tahun, ke Ibrahim 175 tahun.
Dwight Young dari Universitas Brandeis menulis tentang rentang hidup pasca-banjir dalam Daftar Raja Sumeria: "Bukan hanya karena ukurannya yang besar, beberapa dari angka-angka ini tampak dibuat-buat. 1560 tahun Etana, untuk mengutip yang terpanjang, hanyalah jumlah dari dua pemerintahan sebelumnya. … Bentang tertentu tampaknya hanya muncul sebagai kelipatan dari 60. Bilangan besar lainnya dapat dikenali sebagai kuadrat: 900, kuadrat dari 30; 625, kuadrat dari 25; 400, kuadrat dari 20 … bahkan di antara angka yang lebih kecil, kuadrat dari enam muncul lebih sering daripada yang diperkirakan."
Artikel Young, berjudul “Pendekatan Matematika untuk Rentang Dinasti Tertentu dalam Daftar Raja Sumeria,” diterbitkan dalam Journal of Near Eastern Studies pada tahun 1988.
Di sisi lain, melihat polanya, salah satu pendiri Church of God di Texas Selatan Arthur Mendez berpendapat bahwa tingkat penurunan umur panjang dari masa pra-banjir seperti yang tercatat dalam teks kuno hingga hari ini cocok dengan tingkat pembusukan yang diamati pada organisme ketika mereka terkena radiasi atau racun.
Dalam masyarakat China kuno, orang berumur sampai ratusan tahun itu hal biasa. Dalam buku ahli akupunktur, Joseph P. Hou, Ph.D, disebutkan ada sejumlah orang di zaman dulu yang berusia sampai 300 tahun.
"Seorang dokter bernama Cuei Wenze dari Dinasti Qin hidup sampai 300 tahun. Gee Yule dari Dinasti Han hidup selama 280 tahun. Biksu guru Tao ternama, Hui Zhao hidup sampai 290 tahun dan Lo Zichange hidup sampai 180 tahun," tulis Hou dalam bukunya "Healthy Longevitu Techniques", dikutip dari Ancient Origins, Rabu (26/4).
Resep panjang umur orang-orang China kuno itu salah satunya menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritual.
Dalam Shahnameh atau Shahnama (Kitab Raja-Raja), puisi epos Persia yang ditulis Ferdowsi sekitar akhir abad ke-10 Masehi menyebutkan raja-raja berkuasa sampai 1.000 tahun, ratusan tahun, kemudian turun menjadi 150 tahun, dan seterusnya.
“Orang-orang yang berumur panjang ini selalu menjalani kehidupan yang sederhana, melakukan pekerjaan fisik atau olahraga yang berat, seringkali di luar rumah, dari masa muda hingga usia lanjut. Pola makan mereka sederhana, begitu pula kehidupan sosial mereka yang melibatkan keluarga. Salah satu contohnya adalah Shisali Mislinlow yang hidup sampai usia 170 tahun dan berkebun di wilayah Azerbaijan di Rusia," jelas Dr Hou.
"Hidup Mislinlow tidak pernah terburu-buru. Dia berkata, 'Saya tidak pernah terburu-buru, jadi jangan terburu-buru untuk hidup, ini gagasan utamanya. Saya telah melakukan pekerjaan fisik selama 150 tahun.’”
(mdk/pan)