Benarkah Jakarta bakal jadi Ibu Kota ASEAN?
Hal itu akan diputuskan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Negara ASEAN (AMM) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Sebagai Ibu Kota Indonesia, Jakarta merupakan kota yang amat sibuk. Jalanannya padat dengan kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua.
Jakarta juga sibuk dengan gedung-gedung pemerintahan, perkantoran, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Mungkin bisa dikatakan amat lengkap sebagai ibu kota suatu negara.
Namun, dalam ASEAN Ministrial Meeting (AMM) atau Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri Negara-Negara ASEAN, bakal membahas mengenai berbagai isu. Salah satunya menjadikan Jakarta sebagai Ibu Kota ASEAN.
Isu itu akan dibawa Indonesia untuk dibahas dengan seluruh menteri luar negeri negara-negara yang tergabung dalam ASEAN.
"Indonesia akan membahas berbagai isu dalam AMM nanti, termasuk upaya pemerintah menjadikan Jakarta sebagai Ibu Kota ASEAN," ujar Direktur Mitra Wicara dan Antar Kawasan Kementerian Luar Negeri Derry Aman, Kamis kemarin.
Pembahasan Ibu Kota ASEAN ini akan diawali dengan membahas persatuan dan kesatuan ASEAN. Derry mengatakan, hal tersebut berguna sebagai bentuk kerja sama ASEAN dengan negara lainnya.
"Sentralitas ASEAN ini nantinya akan membuat negara anggota ASEAN bersatu dalam menghadapi dinamika yang terjadi. Dan sentralitas ini nanti menunjukkan kesatuan negara-negara ASEAN dalam menentukan apa yang nantinya akan dilakukan untuk negara anggotanya," jelas Derry.
Pemerintah berharap isu ini dapat diterima dengan baik oleh negara ASEAN lain, lantaran sebenarnya kantor pusat ASEAN sendiri berada di Jakarta.
Pertemuan AMM ini akan berlangsung pada 3-6 Agustus nanti di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain negara-negara ASEAN, pertemuan ini akan dihadiri oleh beberapa menteri luar negeri dari negara-negara pendukung ASEAN, seperti Amerika Serikat, Jepang, China, dan Korea.
(mdk/ard)