LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Begini Rahasia Orang Tibet Kuno Bertahan Hidup di Dataran Tinggi Ekstrem

Dataran Tinggi Tibet, yang juga dikenal sebagai "atap dunia" adalah salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi. Wilayah dengan ketinggian rata-rta 4500 meter ini kekurangan lahan subur serta keterbatasan suber daya.

2023-04-14 15:17:40
Sains
Advertisement

Arkeolog menemukan bukti sisa konsumsi susu pada gigi orang Tibet kuno. Hal ini menunjukkan penduduk zaman itu mampu bertahan hidup di Tibet dengan mengonsumsi susu.

Dataran Tinggi Tibet, yang juga dikenal sebagai "atap dunia" adalah salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi. Wilayah dengan ketinggian rata-rta 4500 meter ini kekurangan lahan subur serta keterbatasan sumber daya.

Sehingga, tantangan terbesar untuk hidup di dataran tinggi ini adalah mendapatkan makanan yang cukup.

Advertisement

Orang Tibet kuno berhasil bertahan dan berkembang di daerah ini. Keberhasilan mereka kemudian dijelaskan dalam jurnal Science Advance.

Rahasia orang Tibet kuno berhasil bertahan hidup sederhana: mereka suka mengonsumsi susu.

Menurut penulis studi utama dari Institut Geoantropologi Max Planck, Li Tang, gaya hidup orang Tibet kuno sangat mengagumkan.

Advertisement

Kambing, domba, sapi yak

Tang dan rekannya menganalisis protein purba dari gigi 40 orang di 15 lokasi di Dataran Tinggi Tibet. Analisis tersebut menunjukkan peternakan sapi perah telah ada di tempat itu sekitar 3.500 tahun lalu.

Tang menggunakan metode paleoproteomik, yaitu studi tentang protein purba.

Penelitian juga mengungkap jika produk susu dikonsumsi oleh berbagai macam kalangan, baik wanita, pria, dewasa, anak-anak, bahkan orang berstatus tinggi dan rendah.

Penduduk Tibet kuno memanfaatkan produk susu dari kambing, domba, dan sapi yak. Hingga hari ini, susu masih menjadi produk yang banyak dikonsumsi orang Tibet modern.

Menelusuri peternakan sapi perah di masa lalu telah lama menjadi tantangan bagi peneliti. Arkeolog secara tradisional telah menganalisis sisa-sisa hewan dan bagian dalam wadah makanan untuk bukti peternakan sapi perah.

Peternakan sapi perah dianggap memiliki peranan penting dalam mendukung penggembala awal dataran tinggi. Dari analisis yang telah dilakukan, semua fosil gigi dengan bukti konsumsi susu ditemukan dari lokasi dataran dengan ketinggian lebih dari 3700 meter di atas permukaan laut.

Reporter magang: Yobel Nathania

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.