Begini Detilnya Taiwan Lacak Perjalanan WNI Terinfeksi Corona
Pengumuman meninggalnya satu pasien positif corona di Indonesia dua hari lalu menyisakan sejumlah pertanyaan bagi publik.
Pengumuman meninggalnya satu pasien positif corona di Indonesia tiga hari lalu menyisakan sejumlah pertanyaan bagi publik. Pasalnya pemerintah tidak mau mengatakan di mana lokasi pasien meninggal itu dan dari negara mana dia berasal.
Terlebih lagi ternyata diketahui pasien itu berada di Bali dan pemerintah daerah Bali baru mengetahui pasien itu positif corona setelah konfirmasi ke pemerintah pusat di Jakarta.
Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra Made Indra, sebelum meninggal pasien itu masih berstatus pengawasan Covid-19. Karena pihaknya baru mengetahui pasien itu positif virus corona setelah konfirmasi ke Kementerian Kesehatan di Jakarta.
"Jadi posisinya sampai tadi malam dalam pengawasan Covid -19. Karena sampai kemarin sore kami belum menerima tes laboratoriumnya. Maka tadi (siang) kami Dinas Kesehatan Provinsi Bali mencoba kontak dengan Jakarta," ujarnya, Rabu (11/3).
"Ternyata tadi kami mendapatkan penjelasan bahwa pasien yang meninggal ini adalah masuk dalam penjelasan kemarin kasus nomor 25 yaitu positif Covid-19. Namun Made juga tidak membeberkan pasien dari negara mana.
Kebijakan komunikasi pemerintah semacam ini menimbulkan pertanyaan di kalangan ahli, jurnalis, dan publik. Peristiwa ini mengingatkan orang tentang bagaimana pemerintah Taiwan cukup terbuka dalam hal penyampaian informasi penanganan kasus warga negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi corona akhir bulan lalu. Meski tetap lokasi rumah sakit dan identitas pasien tidak diungkap ke publik.
Seorang TKI yang bekerja sebagai pengasuh di Taiwan dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19) pada Rabu (26/2). Ini merupakan kasus ke-32 di Taiwan.
Dikutip dari Taiwan News, perempuan itu disebut berbagi pengalamannya di bangsal isolasi di Kota New Taipei melalui siaran langsung di Facebook dan TikTok.
Pihak berwenang menduga si pengasuh yang diidentifikasi berusia 30-an itu terjangkit virus corona saat mengunjungi pasien ke-27 yang dikonfirmasi positif, seorang pria lanjut usia berusia 80-an di rumah sakit New Taipei. Dia merawat pria itu mulai 11 hingga 16 Februari 2020, dan disebut sebagai pekerja migran tidak berdokumen atau TKI ilegal.
Berikut catatan Pusat Komando Epidemi Taiwan (CEC) tentang riwayat perjalanan kasus 32 corona TKI, seperti dikutip dari laman Focus Taiwan, akhir Februari lalu:
focustaiwan.tw
(mdk/pan)