Beberapa jenazah korban MH17 masih belum ditemukan
TIm penyelidik mengatakan diperkirakan baru ada 200 mayat dari 298 penumpang diserahkan pada mereka dari pemeberontak.
Kerabat korban penumpang pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di Ukraina kembali mendapat kabar kurang menyenangkan, setelah muncul informasi menyebut satu pertiga jenazah dari penumpang pesawat itu ternyata masih hilang.
Kenyataan yang menghancurkan ini datang di saat para ahli forensik internasional akhirnya mendapati kereta, di mana pemberontak pro-Rusia menempatkan mayat korban MH17 yang telah ditemukan, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Rabu (24/7).
Di saat 'kamar mayat' darurat itu tiba dengan aman di Kota Kharkiv kemarin, komandan kelompok pemberontak mengklaim di tempat itu berisi 282 mayat dan 87 bagian tubuh dari 16 orang. Dengan angka itu maka menempatkan semua penumpang, berjumlah 298 orang, yang tewas ketika pesawat Boeing 777 itu ditembak jatuh oleh rudal anti-pesawat pada pekan lalu.
Namun, setelah melakukan penghitungan jenazah tadi malam, ahli forensik menemukan jumlah yang secara signifikan kurang dari angka diklaim oleh pemimpin separatis Alexander Borodai.
Kepala tim Belanda yang memimpin penyelidikan itu, Jain Tuinder, mengatakan diperkirakan hanya ada 200 mayat telah tiba di Kharkiv serta sejumlah potongan tubuh tak dikenal. Tuinder berjanji akan menemukan jenazah lainnya.
"Mereka akan ditemukan. Kita harus menemukan mereka," kata dia. "Kami tidak akan pergi sampai semua jenazah meninggalkan negeri ini."
Kemarin sebuah kereta berhenti di stasiun di kota dikuasai pemerintah Kharkiv di timur Ukraina, di mana peneliti dari Belanda yang memimpin penyelidikan terhadap bencana itu sedang menunggu untuk mengambil alih jenazah korban.
Mengheningkan cipta selama satu menit dilakukan sebelum pintu kereta terbuka dan penyelidik internasional akhirnya mulai melakukan tugas mereka untuk mencoba mengidentifikasi jenazah.
Sudah ada ketakutan bahwa jenazah korban, termasuk sepuluh warga Inggris yang tewas, akan digunakan sebagai alat tawar-menawar oleh kelompok separatis pro-Rusia, kelompok diyakini berada di balik penembakkan pesawat MH17.
Kereta itu menempuh perjalanan sejauh 185 mil dari lokasi kecelakaan di desa yang dikuasai pemberontak dari Hrabove, timur Ukraina, selama 17 jam.
Tadi malam sebuah pesawat angkatan udara Australia dan truk berpendingin tiba di Belanda untuk menunggu korban MH17.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan mayat pertama akan diterbangkan ke Eindhoven, selatan negara itu, pada hari ini untuk melaksanakan proses identifikasi di mana dia memperingatkan bisa mengambil waktu beberapa bulan.
Menurut Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE), masih ada jenazah manusia tergeletak di lokasi kecelakaan.
"Kami mengamati adanya bagian tubuh yang lebih kecil di lokasi," kata juru bicara OSCE, Michael Bociurkiw, di sebuah jumpa pers di Kota Donetsk, sebelah timur Ukraina, setelah kelompoknya meninjau lokasi itu pada hari ini.
Dia mengatakan semua upaya pemulihan tampaknya telah berakhir tapi di lokasi itu kelompoknya melihat kantong plastik dengan beberapa jenazah manusia tetap tertinggal. Sementara ahli dari Malaysia memperhatikan bau yang kuat yang menunjukkan kemungkinan masih adanya jenazah di lokasi lain.
Kelompok separatis dan Rusia telah membantah menembak jatuh pesawat MH17, yang terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.
(mdk/fas)