LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Bayi Ini Lahir dengan Ekor Betulan Sepanjang 12 Sentimeter, Ini Penampakannya

Kasus ini dianggap sangat langka dengan hanya 40 kasus yang dilaporkan dalam literatur ilmiah.

2023-05-31 12:18:13
Brasil
Advertisement

Seorang bayi laki-laki di Brasil lahir dengan ekor manusia "asli" sepanjang 12 sentimeter.

Kasus ini dianggap sangat langka dengan hanya 40 kasus yang dilaporkan dalam literatur ilmiah.

Dilansir dari IFL Science, anak laki-laki, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan itu, lahir prematur tanpa komplikasi lainnya.

Advertisement

Setelah pemeriksaan, ia ditemukan menderita penyakit kuning dan memiliki ekor seperti tali sepanjang 12 sentimeter dengan ujung bola bulat fibroelastik berdiameter 4 sentimeter.

Bayi baru lahir itu diperiksa untuk kemungkinan perubahan sistemik lainnya. Tidak ada yang terungkap selama USG.

Melihat fenomena ini, tim yang menangani bayi tersebut mengklasifikasikan ekor yang tumbuh di manusia menjadi ekor "sejati" atau "ekor semu".

Advertisement

Elemen tulang rawan

©Forte et al., Journal of Pediatric Surgery Case Reports, 2021

Ekor semu pada dasarnya adalah elemen tulang rawan. Sedangkan ekor sejati tetap bertahan hingga bayi itu lahir dan sangat jarang terjadi.

"Ekor semu adalah tonjolan yang pada dasarnya terdiri dari jaringan adiposa atau tulang rawan dan adanya elemen tulang. Ekor manusia sejati sangat jarang, dengan sekitar 40 kasus dilaporkan dalam literatur," catat tim.

Dalam perkembangan biasa, embrio membentuk ekor kecil sekitar empat minggu, yang kemudian diserap oleh sel darah putih pada enam sampai 12 minggu.

Dalam kasus yang sangat langka seperti ini, ekornya tidak dipecah oleh sel darah putih dan tetap ada saat janin cukup bulan.

Ekornya dicabut

©Forte et al., Journal of Pediatric Surgery Case Reports, 2021

Peneliti kemudian sepakat untuk melepaskan ekor pada bayi tersebut. Tim menyelidiki kondisi potensial lain yang mungkin ada pada bocah itu.

Setelah ekornya dicabut, tim melaporkan tidak ada masalah lebih lanjut untuk bocah itu, dan dia sangat sehat.

Tim tidak mencatat penyebab kemunculan ekor tersebut. Namun, mereka mencatat ibunya dirawat dengan sefalosporin generasi pertama untuk infeksi saluran kemih, dan terus merokok 10 batang sehari selama kehamilan.

Kasus baru tersebut dijelaskan dalam Journal of Pediatric Case Reports .

Reporter magang: Yobel Nathania

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.