Baru 3 hari masuk sekolah, pelajar Pakistan dianiaya sampai tewas
Dari hasil autopsi diketahui Sharoon Masih meninggal akibat luka-luka di kepala dan tubuhnya karena dianiaya. Sang ibu mendiang sangat terpukul dengan kejadian itu. Sebab, Masih bukan berasal dari keluarga berada dan mesti susah payah menabung buat membayar uang masuk.
Seorang pelajar Nasrani dianiaya hingga tewas di sebuah Sekolah Menengah Umum Negeri unggulan di Punjab, Pakistan, saat baru tiga hari bersekolah. Setelah insiden baru diketahui ternyata remaja itu kerap menjadi sasaran kekerasan dilakukan sesama siswa.
Dilansir dari laman Independent, Minggu (10/9), pelajar Nasrani tewas dipukuli itu bernama Sharoon Masih (17). Dia baru tiga hari bersekolah di Sekolah Menengah Umum MC Model Boys sebelum menemui ajal. Konon pemicunya cuma gara-gara dia minum di gelas sama dipakai oleh sesama pelajar beragama Islam.
Salah satu pelaku sudah ditangkap bernama Muhammad Ahmad Rana. Namun, dia beralasan menghajar Masih karena merusak ponselnya. Dia juga menolak membeberkan siapa saja rekannya terlibat dalam kekerasan itu.
Dari hasil autopsi diketahui Masih meninggal akibat luka-luka di kepala dan tubuhnya karena dianiaya. Sang ibu mendiang sangat terpukul dengan kejadian itu. Sebab, Masih bukan berasal dari keluarga berada dan mesti susah payah menabung buat membayar uang masuk.
Sang ibu, Razia Bibi, mengatakan memang ingin sekali anaknya menempuh pendidikan di sekolah unggulan. Karena seluruh duitnya habis dipakai buat membayar uang masuk, dia pun tidak sanggup membelikan anaknya seragam khusus sekolah itu.
Alhasil, Masih terpaksa mengenakan seragam lamanya saat hari pertama masuk sekolah. Hal itu malah membikin dia menjadi bulan-bulanan. Dia ditampar dua kali dan dihukum berdiri di luar sekolah sepanjang hari. Dia juga dipermalukan oleh pelajar lain, dan beberapa yang tahu dia Nasrani berencana memaksanya masuk Islam.
"Belum ada penyelidikan dilakukan. Saya dan dia sangat dekat, dan kami berharap dia dan adiknya bisa membantu kami ketika saya dan ayahnya beranjak tua," kata Bibi.
Ketua Asosiasi Kristen Inggris Pakistan, Wilson Chowdhry, mengatakan hal ini adalah pengingat bagaimana kerasnya perjuangan dihadapi oleh umat Nasrani di Pakistan.
"Hal ini sebagai pengingat kalau kejahatan karena sentimen kebencian terhadap agama sudah merasuk ke kalangan muda, lewat norma budaya dan kurikulum nasional yang bias," kata Chowdhry.
Kepala Sekolah MC Model Boys, Saleem Tahir, kabarnya dicopot dari jabatannya karena insiden itu.(mdk/ary)