Banyak penipu cari sensasi, Vatikan rilis kriteria mukjizat asli
Zaman sekarang makin mudah seseorang mengaku mendapat mukjizat dan akhirnya menipu umat.
Tahta Suci Vatikan lama-lama jengah banyak orang mengaku melihat penampakan Yesus atau mengalami peristiwa supranatural. Untuk membedakan mana yang asli dengan pencari sensasi belaka, otoritas Katolik dunia itu melansir beberapa kriteria buat menentukan keaslian mukjizat.
Kantor berita Prancis AFP melaporkan, Kamis (24/5), pengumuman ini disebar Vatikan sejak awal pekan lalu melalui situs vatican.va. Di dalamnya ada penjelasan soal ciri-ciri fenomena supranatural sejati.
Naskah ini sudah dibikin sejak 1978 lalu. Namun baru sekarang Vatikan merasa perlu merilisnya. Mereka beralasan di zaman Internet, makin mudah seseorang mengaku mendapat mukjizat dan akhirnya menipu umat atau sekadar numpang tenar.
Faktanya, memang mudah mencari pengakuan seperti itu di mesin pencari. Ada banyak laman situs memuat orang-orang yang bersumpah menyaksikan penampakan Bunda Maria atau wajah Yesus.
Salah satu kriteria itu adalah menilai keseharian orang yang mengaku mendapat mukjizat. "Bila orang itu sehari-hari menunjukkan perilaku saleh, maka klaimnya kemungkinan besar asli," seperti dikutip dari himbauan itu.
Para petinggi gereja bahkan diminta waspada bila saksi mukjizat itu berani bersumpah dengan nama Tuhan. "Orang-orang seperti itu malah yang kemungkinan besar mengidap kelainan jiwa," merujuk himbauan Vatikan.
Vatikan agaknya kapok dengan kasus tiga tahun lalu. Saat itu, Paus Benediktus XVI mencopot Pastur Tomislav Vlasic asal Bosnia gara-gara klaim mukjizat palsu. Petinggi gereja yang mengaku kerap didatangi Roh Kudus itu rupanya sering menipu dan meminta uang jemaat.(mdk/fas)