LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Banjir di Thailand tewaskan 21 orang dan menghancurkan pabrik karet

Banjir bandang di Thailand menewaskan sedikitnya 21 orang dan merusak pabrik karet beserta seluruh lahan pertanian. Para petani karet dirugikan akibat banjir ini. Tak hanya itu, 330 ribu rumah juga terendam banjir tersebut.

2017-01-09 16:05:00
Banjir Bandang
Advertisement

Pabrik karet dan beberapa infrastruktur di selatan Thailand hancur akibat banjir bandang yang menerjang wilayah itu. Tak hanya itu, banjir juga mengakibatkan sedikitnya 21 orang tewas.

Pejabat pemerintahan militer Thailand mengatakan akan meningkatkan bantuan di wilayah yang terdampak banjir.

Dikutip dari Reuters, Senin (9/1), musim hujan Thailand seharusnya sudah berakhir pada November lalu. Namun, tanpa sebab hujan deras menyebabkan banjir di 12 provinsi di Negeri Gajah Putih.

Advertisement

"Kami telah mengirim tentara, polisi dan Kementerian Dalam Negeri untuk melihat kondisi di wilayah tergenang banjir," kata Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwan.

Korban tewas akibat banjir mencapai 21 orang pada Senin dan lebih dari 330 ribu rumah rusak. Hal ini dikonfirmasi Departemen Pencegahan dan Penanggulangan Bencana.

Departemen tersebut mengatakan bandar udara utama di selatan Thailand akan ditutup untuk sementara waktu. Sementara itu, jalur kereta dari Ibu Kota Bangkok menuju Nakhon Si Thammarat juga akan ditutup.

Advertisement

Wilayah selatan Thailand dikenal sebagai area produksi karet. Presiden Dewan Karet Natural Thailand Uthai Sonlucksub menyebutkan banjir menyebabkan para petani mengalami gagal panen.

"Hal ini dampak paling buruk yang terjadi selama 10 tahun di area ini. Banjir sangat besar. Maslah yang kita hadapi saat ini adalah gagal panen karet karena banjir merusak tanaman," seru Uthai.

Uthai menambahkan harga karet jadi melonjak tinggi tahun ini karena suplai tidak memenuhi permintaan.

"Saya sampai mengimpor (karet) dari China namun kami tidak yakin bisa memenuhi permintaan karena banjir ini," lanjut dia.

Banjir bandang parah terakhir terjadi di Thailand pada 2011 membunuh lebih dari 900 orang. Banjir ini juga menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi pada tahun itu sebesar 0,1 persen.

(mdk/che)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.