Banjir di Kenya tewaskan ratusan orang
Banjir juga mengakibatkan wabah kolera, dengan 15 dari 47 wilayah negara yang terkena dampak.
Musim hujan di Kenya, sejak April lalu telah menyebabkan lebih dari 100 tewas dan membuat lebih dari 200.000 orang terlantar.
Pihak berwenang di negara dan kelompok-kelompok kemanusiaan mengungsikan warga yang terdampar dan memberikan bantuan kepada desa-desa yang terputus oleh banjir.
Palang Merah Kenya menyebut banjir itu sebagai krisis kemanusiaan yang membutuhkan pendanaan darurat.
Banjir juga mengakibatkan wabah kolera, dengan 15 dari 47 wilayah negara yang terkena dampak.
Dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (5/5), Departemen Meteorologi Kenya telah memprediksikan hujan di atas rata-rata di bagian barat dan tengah negara itu.
Negara Afrika Timur menerima sebagian besar hujan antara Maret hingga Juni. Musim hujan kedua, yang dikenal sebagai "hujan kecil" terjadi pada bulan November, tetapi curah hujan saat itu jauh lebih ringan.
Masalah banjir juga telah dilaporkan di Uganda dan Somalia.
PBB memperkirakan bahwa setengah juta orang telah terdampak di Somalia, dengan hampir 175.000 orang mengungsi.
Baca juga:
Misteri retakan besar Kenya, fenomena yang disebut akan 'belah' Afrika!
Ini dua badak putih terakhir di dunia
Tabrakan maut bus dan truk di Kenya tewaskan 30 orang
Mencekam, bentrokan antar massa dan polisi pecah saat sambut oposisi Kenya
Label identitas tertukar, dokter di Kenya salah bedah otak pasien
Mengenal Busaa, bir tradisional Kenya