LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Banjir bandang di China, peternak cuma bisa doa selamatkan 6000 babi

Perlu izin khusus untuk memindahkan babi dari satu tempat ke tempat lainnya.

2016-07-07 10:04:00
Banjir
Advertisement

Para peternak babi di China terpaksa harus membiarkan hewan ternaknya terendam banjir. Pasalnya, para peternak ini bingung untuk membawa hewan ternak ini ke tempat yang aman dari banjir.

Pemindahan hewan ternak di China memang memerlukan izin khusus. Lagipula, untuk mengurus izin, diperlukan waktu cukup panjang. Hal inilah yang membuat para peternak hanya bisa berdoa banjir segera surut.

Hukum transportasi hewan di China sangat ketat. Hal itu dilakukan pemerintah untuk mengurangi penyebaran penyakit.

Makanya, para peternak harus mengkarantina hewan ternak mereka dan juga harus memiliki dokumen yang membuktikan hewan-hewan ini bebas dari penyakit.

Li Zuming, seorang peternak mengatakan, dia terpaksa meninggalkan 6.000 babi muda setelah evakuasi warga diperintahkan oleh pemerintah setempat. Seperti dilaporkan metro.co.uk, Rabu (6/7), para babi dibiarkan terendam air.

Bingung karena tidak tega meninggalkan hewan ternaknya, sebuah potret memperlihatkan pria itu menangis saat berpamitan kepada hewan-hewan berwarna merah muda yang sebagian tubuhnya terendam air.

"Saya sedih, jujur saya bingung harus meninggalkan mereka dalam keadaan seperti ini. Namun, pemerintah meminta kita untuk mengevakuasi diri sebab banjir semakin lama semakin tinggi," kata Li.

"Kami berharap ada kendaraan untuk menyelamatkan babi dari banjir yang melanda peternakan ini. Sayangnya, kami tidak cukup uang untuk membuktikan mereka tidak berpotensi menyebarkan penyakit," lanjut dia.

Li mengaku sangat menyayangi babi yang ada di peternakan tersebut.

"Meskipun saya bukan pemilik peternakan, namun tetap sedih melihat babi-babi ini. Saya hanya bisa pasrah," katanya.

Banjir di lebih dari 10 provinsi di Negeri Tirai Bambu itu, disebut-sebut yang paling parah dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Air menenggelamkan kota-kota di negara tersebut. Salah satu yang terparah ada di Anhui. Sejak awal Juni, wilayah ini direndam banjir yang tidak terduga akibat cuaca yang buruk.(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.