LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Bangladesh: Rohingya bukan urusan kami

"Orang Rohingya penduduk Myanmar, itu urusan mereka" ujar Perdana Menteri Sheikh Hasina.

2012-07-29 15:58:58
Pembantaian Rohingya
Advertisement

Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, menyatakan negaranya tidak ingin ikut campur soal nasib pengungsi Rohingya. Kekerasan dua bulan terakhir yang menimpa etnis minoritas itu bagi dia urusan pemerintah Myanmar.

Diwawancara saat menghadiri pembukaan Olimpiade 2012 di London, kemarin, Hasina menilai negaranya saja sudah kelebihan penduduk sehingga tidak bisa menampung tambahan pengunsi Rohingya. "Kenapa soal Rohingya ditanyakan pada saya? Di Bangladesh sudah ada 300 ribu pengungsi, kami tidak bisa menerima lebih dari itu," ujar Hasina, seperti dilansir harian the Daily Star, Minggu (29/7).

Etnis Rohingya tinggal di perbatasan Myanmar dan Bangladesh sejak wilayah itu masih menjadi jajahan Inggris. Namun, saat kedua negara itu merdeka, mereka mendapat perlakuan buruk.

Walau sama-sama beragama muslim, etnis Bengal selaku mayoritas di Bangladesh enggan mengurus mereka. Hal ini menyebabkan banyak keluarga Rohingya nekat menetap di Myanmar.

Padahal sejak pemberontakan Jenderal Ne Win pada 1962, pemerintah Myanmar - saat itu masih bernama Burma - menolak memberi warga Rohingya kewarganegaraan. Alhasil, mereka tidak bisa bekerja, bersekolah, dan memiliki tempat tinggal.

Menanggapi tudingan tentara Bangladesh menyiksa pengungsi tambahan Rohingya, Hasina marah dan membantahnya. Dia menyatakan militer negaranya hanya menyuruh mereka kembali lantaran tidak ada tempat lagi tersedia. "Tentara Bangladesh di perbatasan memperlakukan mereka manusiawi. Kami memberi mereka makan, obat, bahkan uang. Namun memang kami minta mereka kembali ke Myanmar, ke rumah mereka," kata Hasina.

Dia juga enggan menilai apakah Myanmar melakukan kejahatan kemanusiaan di Provinsi Rakhine sebulan terakhir. "Saya tekankan, orang Rohingya penduduk Myanmar, itu urusan mereka," ujar perdana menteri perempuan ini.

Berdasarkan catatan pemerintah Myanmar, sejak insiden kekerasan pertama kali terjadi, sebanyak 78 warga Rohingya tewas, sementara 90 ribu penduduk minoritas itu kehilangan rumah dan harus hidup di penampungan. Dari data tidak resmi, korban tewas hampir pasti mencapai 650 jiwa. Beberapa sumber bahkan menyebut ribuan muslim Rohingya tewas selama dua bulan terakhir.(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.