Bandar terganas Meksiko diduga sogok sipir Rp 66 M bikin terowongan
Joaquin 'El Chapo' Guzman bahkan diangkut sepeda motor di terowongan sepanjang 1,4 km itu.
Pemerintah Meksiko kalang kabut setelah Joaquin 'El Chapo' Guzman kabur dari penjara. Pria berjuluk 'si pendek' itu melenggang dari bui lewat perencanaan matang.
Dia mendapat akses terowongan sepanjang 1,4 kilometer dari Penjara Altiplano di pinggiran Ibu Kota Mexico City, yang menghubungkannya dengan bangunan kosong di kawasan Santa Juana.
Bukan cuma terowongan, sang pemimpin Kartel Sinaloa ini bahkan memperoleh sepeda motor untuk melalui terowongan sempit tersebut, seperti dilansir the Daily Mail, Rabu (15/7).
Kepolisian sudah mendapat informasi bahwa aksi pelarian ini disokong sipir penjara. Mustahil ada tahanan bisa lepas dari sistem pengamanan maksimal di dalamnya.
El Chapo diperkirakan membayar USD 50 juta (setara Rp 66 miliar) untuk membiayai aksi pelariannya. Jumlah ini termasuk kecil, mengingat status Kartel Sinaloa sebagai pemasok narkoba utama di Amerika Latin hingga Eropa.
"Angka (USD 50 juta) baru untuk membungkam sipir, belum termasuk ongkos menggali terowongan," kata salah satu sumber yang mengetahui proses penyidikan kasus pelarian ini.
Pendapat sama disebutkan bekas anak buah kartel Kolombia yang berjuluk 'Popeye'. Dia mengaku mendapat informasi, bahwa El Chapo sudah merencanakan pelarian sejak ditangkap tahun lalu. Kartel pimpinannya sampai menyewa arsitek untuk merancang jalur terowongan tersebut.
Sejauh ini, 30 sipir dan pegawai lapas diperiksa secara intensif. Meksiko sangat kelabakan, karena El Chapo adalah orang paling berbahaya di dunia saat ini. Dia ada di posisi dua daftar buruan FBI sebelum Usamah bin Ladin ditembak mati pada 2011.
Sang bandar narkoba terkaya di Meksiko itu bertanggung jawab atas perang antar geng sepanjang 2007 yang menyebabkan lebih dari 100 ribu orang tewas, termasuk warga Negeri Paman Sam.
Saking paniknya, pemerintah Meksiko menawarkan imbalan senilai 60 juta peso atau setara dengan USD 3,8 juta (Rp 50,6 miliar) untuk siapapun yang bisa memberi informasi terkait keberadaan El Chapo, kata Jaksa Agung Arely Gomez Gonzalez.
Menteri Dalam Negeri Meksiko kemarin mengatakan dia akan memecat kepala penjara dan bersumpah pemerintah tidak akan berhenti hingga El Chapo kembali masuk ke jeruji besi.
Juru bicara Presiden AS, Josh Earnest, kemarin mengatakan siap memberi bantuan apapun untuk Meksiko dalam upaya menangkap kembali El Chapo.
El Chapo tertangkap pada Februari 2014. Ketika itu, pemerintah Meksiko dan AS girang karena aktivitas Sinaloa diyakini akan melemah. Siapa sangka, pria bertinggi badan tak sampai 160 cm itu ternyata hanya betah dipenjara 1,5 tahun.
Pelarian gila-gilaan ini adalah kali kedua dilakukan El Chapo. Dulu dia pernah minggat dari Lapas Puente Grande, Kota Guadalajara pada 1993, dengan cara bersembunyi di troli, juga berkat menyogok sipir sebesar USD 25 juta.
(mdk/ard)