Bahasa China Akan Masuk Kurikulum Pendidikan di Sekolah Saudi
Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman dengan wakil perdana menteri, menteri pertahanan, dan pejabat tinggi China lainnya.
Arab Saudi dan China kemarin sepakat memasukkan bahasa China sebagai bagian dari kurikulum di semua tahapan pendidikan dari sekolah hingga universitas di Saudi.
Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan antara Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman dengan wakil perdana menteri, menteri pertahanan, dan pejabat tinggi China lainnya.
Dikutip dari laman Arab News, Sabtu (23/2), tujuan dari proposal ini adalah mempererat kerja sama dan persahabatan antara Kerajaan Arab Saudi dengan Republik Rakyat China sekaligus saling membuka peluang hubungan antara warga kedua negara yang selama ini sudah berlangsung selama beberapa dekade.
Masuknya bahasa China dalam sekolah di Saudi juga akan menambah keragaman budaya di tengah siswa di Saudi dan bisa berperan dalam pencapaian Visi 2030 di bidang pendidikan.
Mempelajari bahasa China akan menjadi jembatan bagi dua warga negara untuk saling mengambil peran dalam perdagangan dan kerja sama budaya.
Baca juga:
Pangeran Mohammed bin Salman Wisata ke Tembok China
China Diperkirakan Bakal Tolak Pembahasan Rohingya di Sidang PBB
Rudal Canggih Rusia S-400 Rusak Kena Hantam Badai
Pangeran MBS Akhiri Tur di Asia dengan Kunjungi China
MUI, Muhammadiyah, dan NU akan Kunjungi Muslim Uighur di Xinjiang