Bahas pendidikan, Menlu RI-Mesir sepakat tambah kuota beasiswa
Pemberian beasiswa ini adalah komitmen mereka terhadap penambahan kuota mahasiswa Indonesia di Mesir
Di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT LB OKI), Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi menyempatkan diri melakukan beberapa pertemuan bilateral, salah satunya dengan Mesir. Dalam pertemuan bilateral ini, Menlu Retno menjelaskan ada dua hal penting yang dibahas kedua negara di luar isu Palestina.
"Hubungan bilateral kita sangat baik. Ada dua yang kita bahas, pertama meningkatkan kerja sama pendidikan, kedua mengenai kunjungan Grand Syeikh Al-Azhar," ungkap Menlu Retno di depan Ruang Cendrawasih di Jakarta Convention Center, Minggu (6/3).
Mengingat ada 3000 pelajar Indonesia yang menempuh studi di Mesir dengan mayoritas mahasiswa Universitas Al-Azhar, Menlu Retno mengatakan bila Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Soukry menyatakan siap memberikan beasiswa kepada para mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di sana.
"Salah satu yang kami bahas adalah dengan memberikan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia yang mau belajar di Mesir, salah satunya di Universitas Al Azhar," ujar Menlu Retno.
Pemberian beasiswa ini merupakan apresiasi komitmen mereka terhadap penambahan kuota mahasiswa Indonesia di Mesir, serta dorongan peningkatan kerja sama pendidikan dan keagamaan.
Beasiswa ini sudah diberikan sejak tahun 1960-an. Universitas Al-Azhar yang pertama kali memberikan tawaran beasiswa kepada pelajar Indonesia.
Indonesia sendiri memiliki asrama internasional pertama di Mesir. Diketahui, asrama internasional milik Indonesia ini adalah yang terbesar di Negeri Firaun itu.
(mdk/ard)